<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533</id><updated>2012-01-17T21:18:32.208-08:00</updated><category term='perjalanan'/><category term='buku'/><category term='farmasi'/><category term='poet'/><category term='family'/><category term='hikmah'/><title type='text'>KISAH</title><subtitle type='html'>Karena Hidup Adalah Penggalan Kisah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-5762835546224031650</id><published>2012-01-17T21:13:00.000-08:00</published><updated>2012-01-17T21:17:59.234-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><title type='text'>Sosok Yang Membuatku Cemburu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-8RnxTUZEH5Q/TxZVjHi3kFI/AAAAAAAAAnc/m0zhv218yrM/s1600/yoyoh_yusroh1-206x300.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 137px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-8RnxTUZEH5Q/TxZVjHi3kFI/AAAAAAAAAnc/m0zhv218yrM/s200/yoyoh_yusroh1-206x300.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698836440293019730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pertama kali tahu namanya ketika mentoring di SMA. Beberapa kali, oleh teteh mentor yang berbeda, namanya disebut. Namanya sederhana, seperti nama orang Sunda, ada pengulangan pada nama panjang. Yoyoh Yusroh, sederhana bukan?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Belum pernah saya bertemu dengannya, bahkan mencoba mencari tahu gambar wajahnya di internet pun tidak, sampai saya membaca buku yang satu ini “Yoyoh Yusroh, Mutiara Yang Telah Tiada”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membeli buku ini bukan tidak disengaja. Pada suatu pengajian, saya diingatkan lagi tentang kisah ummi, panggilan ustadzah yoyoh. Katanya ummi ini sibuk sekali. Dia adalah anggota dewan, pengurus yayasan sosial, murobbiyah, dan ibu dari 13 orang anak. Sekalipun agendanya padat, harus berda’wah dan mengunjungi banyak tempat, tapi makannya selalu terjaga. Jika ia diminta memilih masakan padang atau makanan siap saji, maka dia memilih masakan padang. Soda pun sangat dihindari. Alasannya adalah karena masakan siap saji, makanan yang mengandung msg, dan soda berbahaya bagi rahim perempuan, padahal rahim adalah tempat bersemayamnya calon manusia yang akan lahir ke dunia. Selalu saja ada cerita yang berbeda dari ustadzah yoyoh, dan semua cerita membuatku kagum. Karena itu, saat pergi ke toko buku, buku ini menjadi salah satu yang terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir dari ibu seorang mubaligh dan bapak seorang guru ngaji membuat ummi tumbuh berkembang sebagai orang yang sangat perhatian dengan ilmu agama. Menemani bapak dan ibu berceramah, menjaga wirid harian, mengkhatamkan qur’an di bulan Ramadhan sudah menjadi keseharian ummi sejak kecil. Amalan tersebut tidak lantas meluntur saat ummi remaja, justru semakin meningkat. Mungkin bekalan itu pula yang membuat ummi menjadi pionir gerakan demonstrasi pada masa pemerintahan Orba. Ummi bersama ratusan pelajar saat itu mendemo Mendiknas agar menarik larangan berjilbab bagi muslimah di sekolah-sekolah umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak kisah yang disuguhkan, cerita yang paling berhasil membuatku cemburu antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tiga periode tinggal di kompleks DPR, pohon-pohon yang ada di rumahnya tumbuh subur. Pohon jamblang berbuah lebat, pohon melati berbunga setiap hari, dan tanaman gelombang cinta banyak daunnya. Kebiasaannya adalah sering memberi salam dan mengajak bicara tumbuh-tumbuhan itu setiap paginya. (Ma, tanaman di depan rumah jarang sekali dika sapa..mereka rindu mama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummi menjadikan ASI sebagai sarana untuk memperbanyak saudara. Berapa kali beliau menyusui anak muslimah yang lain. Tujuannya untuk menambah persaudaraan dengan mereka. Dari situ muncul ikatan nasab. Bahkan di Qatar pun, Ummi memiliki anak sepersusuan dan hal itu telah disampaikan kepada anak-anaknya ketika mereka telah cukup dewasa. (Tidak hanya menyempurnakan masa penyusuan putra dan putrinya, tapi ummi juga menyusui bayi-bayi lain. Sungguh suatu amal yang tidak pernah sedikit pun terlintas dalam benak saya. Subhanallah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat ummi dan Abi (suami Ustadzah Yoyoh) menengok seorang akhwat yang baru beberapa hari melahirkan. Akhwat tsb sedang menempuh studi master dan tinggal menunggu siding. Sang akhwat berkeinginan anaknya lahir setelah sidang. Namun Allah berkehendak lain, sang bayi lahir ketika akhwat ini menanti siding. Saat menengok , Ummi merasa sang akhwat panik. Ummi lalu meminta izin kepada Abi untuk ke kamar mandi sebentar. Sang suami menanti di ruang tamu. Satu jam belum juga keluar dari kamar mandi. Sang suami tetap sabar, tetapi rasa heran tetap muncul dalam dirinya. Dalam perjalanan pulang Ummi baru cerita bahwa Ummi melihat tumpukan popok yang belum dicuci. Ummi lalu mencuci semua popok itu. (Lihatlah, satu amalan lagi.. amalan yang luar biasa bukan?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummi merintis sebuah yayasan. Namanya Yayasan Ibu Harapan. Salah satu produknya adalah pesantren Ummu habibah. Pesantren ini merupakan pesantren bagi para penghapal Qur’an (Hafizh). Mungkin terkesan biasa saja, karena toh sudah banyak pesantren semacam ini di beberapa kota. Tapi yang membuatnya berbeda adalah lokasi pendirian pesantren ini. Markazul Qur’an ini terletak di komplek perumahan Ibu Aminah, Ibunda Ummi. Ummi ingin di hari tuanya, Ibunda dikelilingi oleh para Hafizh Qur’an. Pendirian pesantren ini merupakan warisan dari ummi sekaligus hadiah ummi untuk ibunda tercinta. (Maafkan dk Ma, jangankan menghadiahkan seribu hafizh untuk menemanimu, hapalan Qur’an yang dulu terangkai dengan cita-cita agar kelak engkau peroleh mahkota cahaya pun belum dk tuntaskan..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, Rabu 18 Mei 2011, Ummi dan keluarga yang sedang dalam perjalanan pulang dari Yogya mengalami kecelakaan. Singkat cerita para korban dilarikan ke rumah sakit terdekat. Saat itulah takdir Allah menjemput, Ummi wafat pada pukul 03.30 di Rumah Sakit Mitra Plumbon, Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 10.00 jenazah Ummi tiba di Komplek Rumah Jabatan Anggota DPR. Ratusan orang telah menunggu kedatangannya. Mereka menanti dalam haru, isak tangis dan gema takbir. Sungguh bukan hanya mereka yang merasa kehilangan, beberapa perwakilan dari Negara tetangga, Negara-negara Asean, mujahidin dan mujahidah Palestina pun turut menyampaikan takziyah atas kepergian Ummi. (Lingkaran kebaikannya terlalu luas.. hingga menembus sekat benua.. ah, bahkan tetangga 1 RW pun aku belum kenal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, puncak dari segala kisahnya yang membuatku semakin kagum dan semakin cemburu. Bukan, bukan kata-kata hikmah atau amalan sholeh, bukan pula untaian syair atau pidatonya yang berbobot, tapi puncak dari pencapaian cita-cita seorang muslim di dunia, khusnul khotimah. Ya, seulas senyum manis menghiasi wajah pucat jenazah ummi. Senyum yang menandakan perjuangannya sepanjang hayat telah berjumpa pahala yakni keridhaan Rabb yang ia selalu tinggikan kalimatnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-AvdsrjH18II/TxZV69s7ENI/AAAAAAAAAno/e8YeSWt7N70/s1600/249799_1824147996964_1038157912_31666159_4811838_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-AvdsrjH18II/TxZV69s7ENI/AAAAAAAAAno/e8YeSWt7N70/s200/249799_1824147996964_1038157912_31666159_4811838_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698836849967698130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-5762835546224031650?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/5762835546224031650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=5762835546224031650&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/5762835546224031650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/5762835546224031650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2012/01/sosok-yang-membuatku-cemburu.html' title='Sosok Yang Membuatku Cemburu'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-8RnxTUZEH5Q/TxZVjHi3kFI/AAAAAAAAAnc/m0zhv218yrM/s72-c/yoyoh_yusroh1-206x300.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-2563253342652451253</id><published>2010-05-17T22:16:00.000-07:00</published><updated>2010-05-17T22:20:08.973-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='farmasi'/><title type='text'>Jahe dan Khasiat Anti Bakteri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_IjFWL1NII/AAAAAAAAAmk/dZwaKkF7UJ0/s1600/ginger2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 210px; height: 184px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_IjFWL1NII/AAAAAAAAAmk/dZwaKkF7UJ0/s200/ginger2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472475071970096258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jahe adalah rempah-rempah yang banyak digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Tanaman ini selain digunakan sebagai bumbu dapur juga berkhasiat sebagai obat. Ciri khas jahe terdapat pada aroma dan rasanya yang tajam. Aroma pada jahe disebabkan oleh adanya minyak atsiri terutama golongan seskuiterpenoid sebanyak lebih dari 3 %. Sedangkan rasa yang pedas disebabkan oleh adanya senyawa gingerol dan shogaol. Di Indonesia, jahe diracik menjadi suatu minuman penghangat badan yang dikenal dengan nama wedang jahe. Minuman ini sangat bermanfaat untuk mengusir dingin terutama bagi mereka yang tinggal di daerah pegunungan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Zingiberis officinale, nama latin tanaman jahe merupakan tanaman yang tumbuh tegak dan merumpun dengan tinggi mencapai 30 cm – 1m. Jahe biasanya ditanam pada dataran rendah sampai dataran tinggi (daerah subtropis dan tropis) pada ketinggian 1500 m diatas permukaan laut. Menurut Farmakope Belanda, Zingiber rhizoma (rimpang jahe) yang berupa umbi Zingiber officinale mengandung 6% bahan obat-obatan yang sering dipakai sebagi rumusan obat-obatan atau sebagai obat resmi di 23 negara. Menurut daftar prioritas WHO, jahe merupakan tanaman obat-obatan yang paling banyak dipakai di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat tiga jenis jahe yang popular di pasaran yaitu jahe gajah, jahe kuning dan jahe merah. Jahe gajah merupakan jahe yang paling disukai di pasaran internasional. Bentuknya besar gemuk dan rasanya tidak terlalu pedas. Daging rimpang berwarna kuning hingga putih. Jahe kuning merupakan jahe yang banyak dipakai sebagai bumbu masakan, terutama untuk konsumsi lokal. Rasa dan aromanya cukup tajam. Ukuran rimpang sedang dan berwarna kuning. Jahe merah merupakan jahe yang sering digunakan sebagai bahan dasar jamu karena kandungan minyak atsirinya tinggi dan rasanya paling pedas. Ukuran rimpangnya kecil berwarna merah, dengan serat lebih besar dibanding jahe biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara empiris, jahe diketahui berkhasiat merangsang kelenjar pencernaan sehingga baik untuk membangkitkan nafsu makan. Minyak jahe yang berisi gingerol, berkhasiat mencegah dan mengobati mual dan muntah. Jahe segar yang ditumbuk halus juga dapat digunakan sebagai obat luar untuk mengatasi mulas.  Beberapa khasiat jahe juga telah dibuktikan secara ilmiah melalui penelitian di laboratorium. Gingerol pada jahe bersifat antikoagulan, yaitu mencegah penggumpalan darah. Jadi mencegah tersumbatnya pembuluh darah, penyebab utama stroke dan serangan jantung. Jahe dapat mencegah mual melalui proses blokade serotonin, yaitu senyawa kimia yang dapat menyebabkan perut berkontraksi, sehingga timbul rasa mual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, jahe ternyata berkhasiat sebagai antibakteri. Bakteri Escherichia coli dan Bacillus subtilis yang bersifat patogen terhadap saluran pencernaan manusia dapat dihambat pertumbuhan koloninya dengan ekstrak jahe. Namun ekstrak jahe lebih aktif menghambat pertumbuhan koloni bakteri B.subtilis dibandingkan dengan bakteri E.coli (Nursal, 2006). Bakteri E.coli dapat menyebabkan gastroentritis pada manusia, sedangkan B.subtilis dapat menyebabkan kerusakan pada makanan kaleng yang juga dapat menyebabkan gastroentritis pada manusia yang mengkonsumsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis bakteri patogen lain yang dapat dihambat pertumbuhannya adalah bakteri penyebab tuberkulosis, bakteri periodontal yang menyebabkan periodontitis, dan bakteri yang menyerang saluran pernafasan. Ekstrak etanol rimpang jahe merah menunjukkan aktivitas antituberkulosis terhadap M.tuberkulosis galur H37Rv, Labkes-232, dan Labkes-450 masing-masing pada minggu ke-2,2 dan 3 (Neng, 2006).  Melalui metode tertentu pada uji penapisan antibakteri, kita dapat mengetahui pada minggu keberapa aktivitas penghambatan pertumbuhan koloni bakteri terjadi. Ekstrak rimpang jahe dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan Gram negatif seperti bakteri yang menyerang saluran pernafasan, diantaranya Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae (Akoachere et.al, 2002). [10]-gingerol dan [12]-gingerol, yaitu senyawa yang berhasil diisolasi dari rimpang jahe menunjukkan aktivitas antibakteri yang kuat secara in vitro melawan bakteri anaerob yang menyebabkan periodontitis pada rongga mulut manusia (Park, 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari satu tanaman jahe, Yang Maha Kuasa menyediakan beragam manfaat untuk kesehatan manusia. Kini tinggal bagaimana usaha manusia memanfaatkannya dan tugas peneliti untuk terus mengeksplorasi manfaat dan pengembangannya guna mencapai hasil yang optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Fisheri, Neng, 2006, Uji Aktivitas Ekstrak Etanol dan Fraksi Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc. Var. Sunti. Val.) Terhadap Mycobacterium tubeculosis Galur H37Rv, Galur Labkes-232, Galur Labkes-450, Beberapa Bakteri Lain, dan Jamur, Sekolah Farmasi ITB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Park, Miri, 2008, Antibacterial Activity of [10]-Gingerol and [12]-Gingerol isolated from Ginger Rhizome Against Periodontal Bacteria, Phytother. Res. 22, 1446–1449.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akoachere, 2002, Antibacterial Effect of Zingiber officinale and Garcinia kola on Respiratory Tract pathogens, East African Medical Journal, 79(11):588-92. &lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-2563253342652451253?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/2563253342652451253/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=2563253342652451253&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/2563253342652451253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/2563253342652451253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2010/05/jahe-dan-khasiat-anti-bakteri.html' title='Jahe dan Khasiat Anti Bakteri'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_IjFWL1NII/AAAAAAAAAmk/dZwaKkF7UJ0/s72-c/ginger2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-8386200243751063995</id><published>2010-05-17T22:09:00.000-07:00</published><updated>2010-05-17T22:13:53.591-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='farmasi'/><title type='text'>Bijak Mengkonsumsi Obat Anti Nyeri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_Ihtx-YpDI/AAAAAAAAAmc/cGUX9sO3SH4/s1600/drugs.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 169px; height: 186px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_Ihtx-YpDI/AAAAAAAAAmc/cGUX9sO3SH4/s200/drugs.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472473567601402930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pemahaman bahwa obat akan selalu bermanfaat baik bagi manusia kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun adalah salah. Kenyataan menunjukkan bahwa obat memiliki dua sisi berlawanan. Di satu sisi ia dapat memberi manfaat dan di sisi yang lain dapat membahayakan bagi penggunanya. Obat hanya akan memberi manfaat apabila digunakan secara tepat. Pada dosis yang dianjurkan, obat memiliki dua jenis efek yaitu efek yang diinginkan atau efek terapi dan efek yang tidak diinginkan yaitu efek samping. Semakin tinggi dosis, efek samping akan lebih terasa namun tidak semua pengguna obat merasakan efek tersebut. Hal ini bergantung pada kepekaan pengguna.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Obat anti nyeri merupakan obat yang ditujukan untuk mengurangi atau melenyapkan rasa nyeri, misalnya pada sakit kepala, sakit kepala pada migren, sakit gigi, nyeri otot, nyeri haid (dismenorea primer). Beberapa obat anti nyeri atau analgesik memiliki khasiat sebagai penurun demam (antipiretik) dan mengurangi proses peradangan (anti inflamasi). Obat ini digolongkan sebagai obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Obat anti nyeri yang beredar sebagai obat bebas adalah untuk sakit yang bersifat ringan, sedangkan untuk sakit yang berat (misalnya sakit karena batu empedu, kanker) perlu menggunakan jenis obat keras yang membutuhkan pemeriksaan dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OAINS selain memiliki efek terapi seperti yang telah disebutkan diatas juga memiliki efek samping pada berbagai organ, diantaranya adalah saluran cerna, ginjal, kulit dan hati. Tak ada satupun OAINS yang sama sekali aman, bahkan aspirin yang merupakan obat yang paling sering digunakan dan cukup efektif, mempunyai efek samping yang lebih sering dan lebih berbahaya jika diberikan dalam dosis yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme kerja utama OAINS adalah menghambat aktivitas enzim siklooksigenase dalam sintesis prostaglandin. Hambatan sintesis prostaglandin merupakan salah satu faktor yang berperan dalam mengurangi reaksi peradangan. Padahal berdasarkan penelitian, prostaglandin mempunyai peranan penting untuk mempertahankan mukosa saluran cerna terhadap pengaruh sekitarnya. Banyak zat iritan yang didapatkan pada mukosa saluran cerna yang merusak epitel bila sekresi prostaglandin terganggu. Hal ini yang menjadi dasar mengapa efek samping dari penggunaan OAINS yang menghambat siklooksigenase 1 atau COX-1 seperti aspirin, indometasin, natrium diklofenak, piroksikam, asam mefenamat adalah tukak lambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan studi epidemiologi, resiko relatif terjadinya tukak lambung akibat penggunaan OAINS termasuk rendah. Meskipun demikian, seringnya obat ini dikonsumsi dapat menyebabkan komplikasi tukak lambung. Komplikasi timbul akibat perbedaan respon individu terhadap OAINS. Jadi jika seorang penderita mengalami ulserasi (luka pada lambung) setelah penggunaan OAINS tertentu, tidak selalu berarti ulserasi akan kambuh jika ia menelan OAINS lain. Penggunaan OAINS harus benar-benar tepat, oleh karena itu jika anda benar-benar memerlukan OAINS konsultasikan pada dokter atau apoteker. Dokter dan apoteker berperan penting dalam mengoptimalkan pemilihan OAINS dan menjamin penggunaannya secara rasional dan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan OAINS adalah:&lt;br /&gt;1.    Konsultasikan dengan dokter atau apoteker mengenai riwayat penyakit sehingga pemilihan OAINS yang tepat akan lebih optimal. Selain itu, ceritakan juga riwayat obat yang telah digunakan selama ini. OAINS yang sudah pernah digunakan dan dapat ditoleransi dengan baik merupakan pilihan yang utama. Tetapi jika belum pernah menggunakan OAINS, dokter atau apoteker akan merekomendasikan suatu OAINS berdasarkan faktor-faktor seperti indikasi, profil efek samping, kebutuhan jadwal pemberian dan biaya.&lt;br /&gt;2.    OAINS diminum setelah makan untuk mengurangi efek samping terhadap lambung&lt;br /&gt;3.    Apabila terjadi gejala-gejala komplikasi saluran cerna seperti kembung, mual, nyeri lambung, feses berwarna kehitaman atau muntah berwarna seperti kopi maka segera sampaikan pada dokter&lt;br /&gt;4.    Jika anda mengkonsumsi obat lain seperti warfarin, siklosporin, antihipertensi golongan penghambat ACE seperti kaptopril, enalapril, lisinopril serta fenitoin maka sampaikan pada dokter. Obat-obat tersebut dapat berinteraksi negatif dengan OAINS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda benar-benar membutuhkan OAINS dan memiliki riwayat tukak lambung maka solusi diantaranya adalah mengkonsumsi OAINS salut enterik, misalnya enteric-coated aspirin karena salutan mencegah tablet larut di lambung dan obat diserap cukup banyak di dalam usus kecil. Selain itu penggunaan mesoprostol, suatu derivate dari prostaglandin E1, bisa mengurangi tukak yang disebabkan oleh OAINS dan efektif dalam segi biaya bilamana OAINS diperlukan pada pasien-pasien yang beresiko tinggi mengalami pendarahan saluran cerna, misalnya wanita-wanita tua dan pasien-pasien yang mempunyai riwayat tukak lambung. Penghambat pompa proton, misalnya omeprazol, juga efektif dalam mengurangi toksisitas saluran cerna yang dipicu oleh OAINS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang telah berkembang OAINS yang lebih selektif menghambat siklooksigenase-2 atau COX-2. Untuk mengurangi efek samping terhadap lambung dan ginjal, OAINS selektif COX-2 merupakan pilihan utama, karena COX-2 tidak terdapat pada mukosa lambung atau sel ginjal tetapi lebih banyak terdapat di otak. Obat-obat golongan ini yang telah dikembangkan dan banyak digunakan adalah meloxicam, nimesulide, celecoxib dan rofecoxib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada OAINS yang ideal. Penting untuk membiasakan diri dengan beberapa jenis obat ini dan menentukan OAINS yang paling sesuai untuk anda, tentunya dengan tetap berkonsultasi dengan dokter atau apoteker anda. Mengkonsumsi obat anti nyeri dengan bijak pada akhirnya akan menghindarkan anda dari resiko efek samping yang merugikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-8386200243751063995?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/8386200243751063995/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=8386200243751063995&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/8386200243751063995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/8386200243751063995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2010/05/bijak-mengkonsumsi-obat-anti-nyeri.html' title='Bijak Mengkonsumsi Obat Anti Nyeri'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_Ihtx-YpDI/AAAAAAAAAmc/cGUX9sO3SH4/s72-c/drugs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-1600740186322213841</id><published>2010-05-17T19:25:00.000-07:00</published><updated>2010-05-17T21:36:27.433-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><title type='text'>The Hidden Face Of Iran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_H7ZfXcxVI/AAAAAAAAAlk/asCdY3b4GgE/s1600/DSCN9215.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 156px; height: 208px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_H7ZfXcxVI/AAAAAAAAAlk/asCdY3b4GgE/s200/DSCN9215.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472431437567018322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Buku yang “recommended” ini, kata &lt;a href="http://3an.blogspot.com/"&gt;3an&lt;/a&gt;, memang memikat luar biasa. Novel ini merupakan catatan perjalanan keluarga Irlandia berkewarganegaraan Amerika Serikat untuk mencari pembantu rumah tangganya sewaktu mereka tinggal 10 tahun di Teheran. Terence Ward dengan sangat apik menggambarkan perjalanannya yang penuh petualangan bersama kedua orang tuanya, Donna dan Patrick, serta ketiga saudara laki-lakinya, Kevin, Chris dan Richard. Dibesarkan di Iran, pada tahun 1960an, Terrence Ward dan seluruh anggota keluarganya tidak mampu melupakan ikatan erat yang menyatukan mereka dengan Hassan, sang koki keluarga, pengurus rumah tangga dan pemandu budaya mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah meninggalkan Iran selama 30 tahun, Ward kembali ke negara itu bersama seluruh anggota keluarganya untuk melakukan pencarian terhadap Hassan. Masa lalu yang indah yang mereka habiskan selama 10 tahun di negara Khomeini itu benar-benar menyentuh. Kasih sayang yang terjalin antara keluarga “barat”, yang notabene dianggap sebagai sosok jahat dibelakang Shah Pahlavi, digambarkan dengan sempurna. Bagaimana tidak, setelah berselang 30 tahun mereka bertekad mencari Hassan dan keluarganya di suatu desa tak terkenal di negara Iran yang berada dalam instabilitas politik pasca revolusi dan perang. Sinting, begitulah kesan pemandu sewaan mereka, Avo, selama perjalanan panjang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_IVjimo9NI/AAAAAAAAAls/esWERHasaZI/s1600/3061980408_028ed2f786_o.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 154px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_IVjimo9NI/AAAAAAAAAls/esWERHasaZI/s200/3061980408_028ed2f786_o.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472460197537051858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Novel dengan tebal 579 halaman terbitan Rajut Publishing ini dilengkapi dengan foto keluarga Ward, masa kecil mereka bersama Hassan sekeluarga, perjalanan menembus jantung Iran, persepolis yang unik itu, dll. Tapi sayang, hitam putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai Tudeskh, mereka harus melintasi kota Shiraz, Sivand, Yazd, Gurun Dasht-e Lut dan pegunungan Zagros. Masing-masing tempat memiliki cerita tersendiri yang membuat mereka tidak akan pernah melupakan Iran. Seperti di Shiraz, mereka mengenal Hafez, sang pujangga persia yang syairnya melekat di hati setiap penduduk Iran selama enam abad terakhir. Bangsa Iran memuja para pujangga mereka habis-habisan. Rumi, Hafezh dan Attar ketiganya berakar dari tradisi sufi yang menurutnya dapat disejajarkan dengan Dante, Shakespeare dan Yeats. Kemudian di Yazd, mereka mempelajari kebencian bangsa Iran terhadap Arab dari asisten pemandu mereka, Akbar. Kemunculan istilah Syiah dan Sunni yang hingga kini masih menjadi konflik yang selalu berkobar menjadi jurang pemisah yang tidak bisa dijembatani. Tak hanya itu, di Yazd mereka mendapat kesempatan menonton taziyeh, drama yang melukiskan penderitaan Husein, cucu Baginda Rasul dan putra Ali, yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan muharram. Pada tahun 680 bulan muharram, Husein bersama para pengikutnya menjadi korban pembantaian di Karbala. Beberapa orang wanita dan anak-anak yang bertahan hidup diseret ke Damaskus bersama kepala Husein untuk ditunjukkan kepada sang khalifah Yazid. Karena itu, jangan heran jika anda berkunjung ke Iran di 10 hari bulan muharram, anda akan lihat pemandangan muram di sepanjang jalan dan di setiap rumah. Dengan informasi yang kaya tentang budaya, sejarah, revolusi (yang dikomandoi Ayatulloh Khomeini) dan sastra, Ward menggambarkan perjalanannya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_IVkf9j1fI/AAAAAAAAAl8/9kDy-7c-mBk/s1600/yazd-wind-tower.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 145px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_IVkf9j1fI/AAAAAAAAAl8/9kDy-7c-mBk/s200/yazd-wind-tower.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472460214007748082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_IXzPgxw4I/AAAAAAAAAmM/Kr9qy38E0_I/s1600/uramanat-north-western-iran.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_IXzPgxw4I/AAAAAAAAAmM/Kr9qy38E0_I/s200/uramanat-north-western-iran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472462666313352066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hanya berbekal foto keluarga Ghasemi (Hasan, Fatimeh istrinya, Ali putranya dan Khorsid Ibunya) dan sedikit informasi tentang ciri khas desa tudeskh, keluarga Irlandia ini mencari sang koki. Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan, mereka akhirnya menemukan gerbang itu, Tudeskh!. Tapi mereka mendapat informasi bahwa Hassan dan Fatimeh sudah meninggal. Putus asa mulai menggelayuti perasaan mereka, kecuali donna, sang Ibu. Dengan kakinya yang pincang, ia berjalan menapaki jalan kecil desa tudeskh untuk bertanya tentang keberadaan Hassan. Ia tunjukkan foto itu pada setiap orang yang ia tanya. Hingga akhirnya seorang pria bertubuh besar mempertemukan mereka dengan Khorsid, ibunda Hassan. Setelah 30 tahun, mereka kembali menatap wajah khorsid, kini dengan atmosfer histeria. Dengan segera, Ward bersaudara melakukan perjalanan ke Isfahan untuk bertemu dengan Hassan yang telah pindah. Pertemuan yang mengharu biru itu dapat membuat anda tersenyum dan merasa gemuruh tersendiri. Sungguh indah dan langka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling menyenangkan dari bagian buku ini adalah perjalanannya yang membuat iri, dan hari-hari keluarga Ward bersama Hassan. Di Iran, terkenal tradisi Taarof (taaruf), yaitu perjamuan istimewa yang dilakukan tuan rumah terhadap tamu-tamu mereka. Prinsip taarof “yang berlebihan” (menurut saya), adalah tuan rumah tidak boleh makan bersama tamu, tamu tidak boleh menolak setiap makanan yang disajikan tuan rumah meski sudah kenyang. Istilahnya “makan atau mati”..hehe. Bahkan Ward menambahkan “New Food For Life-Ancient Persian and Modern Iranian Cooking and Ceremonies” dalam daftar bibliografi yang disarankan. Coba baca, dan anda tiba-tiba akan merasakan lezatnya masakan-masakan itu dengan bumbu persianya yang kental.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_IVkEy_8ZI/AAAAAAAAAl0/fAnXyMV5O20/s1600/isfahan-imam-sq.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 88px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_IVkEy_8ZI/AAAAAAAAAl0/fAnXyMV5O20/s200/isfahan-imam-sq.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472460206715695506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bersama Hassan, mereka kembali menapaki masa lalu yang indah sambil berjalan-jalan di kota Isfahan yang cantik. Hassan adalah Baba mereka yang selalu membacakan puisi, merawat bunga-bunga di taman dan pendongeng yang tiada duanya. Setelah 30 tahun, Ward, Chris dan Kevin meminta Hassan untuk mendongeng kembali. Dengan gayanya yang sama, ia mulai membacakan puisi Hafez, Sa’adi dan berdongeng kisah Nasrudin Hoja sang jenaka-bijak. Entahlah, mungkin di Indonesia, atau mungkin kita sendiri sangat jarang mendengarkan dongeng atau puisi dari orang tua. Padahal “inspiring word” tersebut yang memberi kekuatan pada Ward bersaudara untuk menghadang rintangan guna menemui Baba tercinta mereka. Bukankan kekuatan itu terletak pada kelembutan..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_IXyk-RoHI/AAAAAAAAAmE/Zr8HGI6x970/s1600/Palangan+village,+Kurdistan+province,+Iran.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_IXyk-RoHI/AAAAAAAAAmE/Zr8HGI6x970/s200/Palangan+village,+Kurdistan+province,+Iran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472462654894350450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ikatan diantara Hassan yang beragama Islam dan keluarga Ward yang beragam katolik merupakan ikatan kemanusiaan yang tidak dapat diputus oleh simbol. Kejahatan politik, kecurangan dan nafsu kekuasaan para pemimpinlah yang memisahkan jarak mereka, tapi tidak hati mereka. Bukankan Islam adalah rahmat bagi semesta alam? Dengan penuh kejujuran, ward menampakkan simpatik yang sangat dalam pada Hassan, yang selalu terbangun setiap jam 3 malam untuk berdoa, selalu memenuhi panggilan azan dan masuk ke mesjid (setelah meminta ward kecil bersaudara menunggu di luar) sambil menyerukan Allohuakbar, Allohuakbar, Alloh Maha Besar. Peperangan yang panjang dengan Irak telah membuat guratan-guratan tua di wajah Hassan, sehingga ketampanan persianya memudar. Selama perang, Hassan bekerja sebagai kepala koki dapur umum yang bekerja 20 jam dalam sehari, berhadapan dengan gumpalan asap dan panas tungku masak. Dengan kondisi sekejam itu, tanpa jaminan pulang tuk dapat bertemu istri dan putra-putrinya, ia tetap menyisakan kearifan Iranian, melankolik seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba saatnya bagi mereka untuk berpisah. Ward sekeluarga melanjutkan perjalanan ke Teheran, ke rumah masa lalu mereka. Yang mengesankan dari cerita itu adalah pengalaman mereka ke pasar mewah yang ada di Teheran. Di tengah hiruk pikuk pasar, mereka mendapati poster dalam bahasa Inggris yang berbunyi ”Mereka yang beriman tidak akan dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingat Alloh” (Q. 24/37). Adakah nasehat ini terpampang di pasar tempat ibunda kita belanja, atau Kota kembang dan gerbang marema nya Bandung yang ribut dengan tawar menawar dan sesakan para rojali (rombongan jarang meuli)? Ah.. :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_IZDu7KM_I/AAAAAAAAAmU/k2FBwfN7-EM/s1600/Iran+-+Shiraz+-+Persepolis.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_IZDu7KM_I/AAAAAAAAAmU/k2FBwfN7-EM/s200/Iran+-+Shiraz+-+Persepolis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472464049135039474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan perjalanan lintas budaya ini ditutup dengan kisah 30 burung Attar menemukan Phoenix atau simorgh dalam bahasa persia dan kenyataan terakhir keluarga Ward, yaitu kematian Donna yang kemudian diikuti Patrick saat akan melakukan perjalanan kembali ke Iran. Ward telah membuat penduduk Iran menyambut hangat pesan kemanusiaan dalam bukunya, bahkan di kota-kota Eropa dan Amerika ia mendapat keramahan khas persia. Yang terpenting adalah bukunya telah membuat para pembaca mendapat keberanian untuk mengunjungi negara mereka yang telah lama hilang. Sungguh bermanfaat, itulah kekuatan tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan yang mencerahkan telah lama menjadi pintu gerbang penemuan terhadap diri sendiri dan makna kehidupan. Bagi kami, perjalanan ini adalah petualangan besar terakhir keluarga kami, yang telah berhasil sepenuhnya mengubah diri kami. Seperti burung-burung Attar, jalan kami untuk menemukan keluarga Ghasemi membawa kami berhadapan dengan cinta..lebih jauh dari dunia politik dan sangkaan tak berdasar. Jauh lebih dalam daripada bumi dan lebih tinggi daripada langit. Jauh melewati kematian dan kelahiran kembali. Jauh dari setiap kebalikannya. Ketika pertama kali turun dari pesawat di Shiraz dan menginjakkan kaki di dataran tinggi Fars, kami tidak tahu bahwa berabad-abad sebelumnya, seorang pujangga abadi, Rumi, telah memetakan tujuan akhir kami :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jauh melebihi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa yang benar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan apa yang salah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tersebutlah sebentang tanah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku akan menemuimu disana &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;-Jalaludin Rumi-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-size:85%;"&gt;30 Juni 2007&lt;/span&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-1600740186322213841?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/1600740186322213841/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=1600740186322213841&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/1600740186322213841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/1600740186322213841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2010/05/hidden-face-of-iran.html' title='The Hidden Face Of Iran'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_H7ZfXcxVI/AAAAAAAAAlk/asCdY3b4GgE/s72-c/DSCN9215.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-8700588055678126342</id><published>2010-05-17T19:01:00.000-07:00</published><updated>2010-05-17T19:05:48.471-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><title type='text'>Bila Perempuan Tidak Ada Dokter</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_H1Zbj_suI/AAAAAAAAAlc/m23RHVmrJ1M/s1600/bila+perempuan+tidak+ada+dokter.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 125px; height: 166px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_H1Zbj_suI/AAAAAAAAAlc/m23RHVmrJ1M/s200/bila+perempuan+tidak+ada+dokter.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472424839476130530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di dunia ini, ada jutaan perempuan yang hidup di kota-kota dan desa-desa ‘yang tidak ada dokter’ atau kalaupun ada, layanan kesehatan di daerah itu umumnya tidak terjangkau. Oleh karena itu banyak di antara mereka yang menderita, bahkan banyak pula yang meninggal, hanya karena tidak terjangkaunya layanan perawatan dan pengobatan, serta tidak tersedianya informasi yang memadai tentang seluk beluk kesehatan perempuan. Untuk merekalah buku ini ditulis. Bagaimanakah faktanya di Indonesia ?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa PEREMPUAN? Jawaban dari pertanyaan ini langsung anda dapatkan di Bab I, karena “kesehatan perempuan adalah persoalan masyarakat”. Bila seorang perempuan sehat, ia mempunyai kekuatan untuk melaksanakan pekerjaannya sehari-hari, memenuhi banyak peran yang dimilikinya dalam keluarga dan masyarakat serta membangun hubungan yang memuaskan dengan orang lain. Setiap perempuan mempunyai hak atas perawatan kesehatan yang utuh sepanjang hidupnya, tidak hanya sebatas perannya sebagai istri dan ibu. Selain itu, kesehatan seorang perempuan bukan saja dipengaruhi oleh keunikan ragawi semata, melainkan juga dipengaruhi oleh seluruh kondisi sosial, kebudayaan dan ekonomi dimana dia berada.  Intinya, jika kesehatan perempuan membaik, semua orang yakni perempuan itu sendiri, keluarganya, serta masyarakatnya akan menikmati manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang perempuan yang sehat memiliki peluang untuk mengangkat segenap potensinya. Suami dan anak-anaknya akan terpelihara dengan baik, ups,, maksudnya akan sehat, bahkan ia akan memberikan sumbangan besar bagi masyarakat di sekitarnya, baik itu kegiatan sosial, politik, budaya, pendidikan dan lain-lain. Oleh karena itu, wajar jika problem kesehatan perempuan dianggap sebagai masalah yang hampir selalu menyangkut orang lain. Kesehatan perempuan bukan hanya urusan perempuan yang bersangkutan, melainkan menjadi problema masyarakat seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paradigma dimana perempuan ‘tidak setara’ dengan laki-laki ternyata tidak hanya menyangkut masalah peran, tapi juga kesehatan. Menurut penulisnya, ketidaksetaraan ini mengakibatkan kondisi seperti di bawah ini :&lt;br /&gt;1.    Lebih banyak perempuan didera kemiskinan ketimbang lelaki&lt;br /&gt;2.    Lebih banyak perempuan yang kekurangan pendidikan serta keterampilan untuk menunjang penghidupan mereka sendiri ketimbang laki-laki&lt;br /&gt;3.    Lebih banyak perempuan yang kekurangan akses ke informasi dan layanan kesehatan yang penting dibanding laki-laki&lt;br /&gt;4.    Lebih banyak perempuan kurang memegang kendali atas pengambilan keputusan-keputusan mengenai kesehatan dasar mereka sendiri ketimbang laki-laki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah? Seorang perempuan India bernama Chetna, memaparkan kisahnya dalam buku ini. Sebagian besar wilayah pedesaan di India, perempuan minum susu lebih sedikit ketimbang suami dan anak lelaki mereka, lagipula mereka baru makan bila semua lelaki dalam keluarganya telah dilayani. Biasanya ini mengakibatkan terbatasnya makanan yang diperoleh perempuan dan pola ini menunjukkan dengan gamblang seberapa rendah nilai perempuan itu di mata lingkungannya. Pengorbanan yang lambat laun akan ‘membunuh’ semua anggota keluarganya bukan? Jadi teringat tentang puisi perempuan, ah sakit sekali mendengarnya, rasanya tidak adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini sangat cocok baik untuk pekerja kesehatan maupun masyarakat umum yang ingin membantu mengatasi masalah kesehatan perempuan. Di dalamnya terdapat ragam informasi tentang upaya preventif, kuratif dan rehabilitatif kesehatan perempuan yang dilengkapi dengan ilustrasi (gambar dan kisah) –-meski sedikit ‘maksa’. Jika dibandingkan dengan buku “Dokter di Rumah Anda”, memang buku ini kurang lengkap dan kurang informatif. Tapi keunggulannya adalah filosofis ‘kekuatan=kesehatan perempuan’ yang menjadi kebaikan bagi semua orang, yang menjadi dasar dari pembuatan buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang menarik lagi selain dari perawatan pada perempuan hamil, menyusui, perempuan usia senja, perempuan penyandang cacat, kesehatan seksual perempuan, keluarga berencana, kekerasan terhadap perempuan, obat-obatan dan masih banyak lagi (biar penasaran..:p ), ada satu bahasan yang selalu ada di setiap bab dalam buku ini yakni “Berkarya demi perubahan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan perempuan di sebagian pedesaan di India (atau mungkin juga terjadi di negeri antah berantah ini dan belahan dunia lainnya) tidak harus terjadi jika kita mampu 1)mengawali perubahan dalam keluarga, 2)Mengupayakan perubahan dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Membesarkan anak-anak bagi dunia yang lebih baik”, adalah salah satu dari gagasan perubahan dalam keluarga. Bagaimana peran ibu di dalamnya ?&lt;br /&gt;1.    Ajarkan kepada anak laki-laki agar bersikap baik dan penuh kasih sayang, sehingga kelak mereka akan menjadi suami, ayah dan saudara yang baik&lt;br /&gt;2.    Ajari anak perempuan agar menghargai diri mereka sendiri, sehingga mereka akan mendapatkan rasa hormat pula dari orang lain&lt;br /&gt;3.    Ajari anak lelaki agar berbagi pekerjaan rumah tangga, umpamanya mencuci piring, menyapu bahkan memasak, serta tanamkan rasa bangga dalam hati mereka bila mereka mereka mengerjakan tugas-tugas itu bersama dengan kakak atau adik perempuan mereka, sehingga kelak istri dan anak perempuan mereka tidak tertimpa beban kerja yang terlalu berat dan membahayakan kesehatan&lt;br /&gt;4.    Ajari anak perempuan agar mandiri, dengan cara memberikan kesempatan pada mereka untuk menamatkan pendidikan atau mempelajari keterampilan-keterampilan yang berguna untuk mencari nafkah sendiri..(hmm,,)&lt;br /&gt;5.    Ajari anak laki-laki untuk menghormati semua perempuan, dan agar mereka menjadi pasangan yang bertanggung jawab….&lt;br /&gt;Lalu bagaimana mengupayakan perubahan dalam masyarakat? Diantaranya adalah:&lt;br /&gt;1.    Berbagi informasi&lt;br /&gt;Bagi perempuan memang tidak berat, apalagi yang sudah terbiasa bergosip..ups :p. Tapi terkadang perempuan sulit atau malu untuk mengungkapkan masalah kesehatan pribadinya&lt;br /&gt;2.    Membentuk kelompok2 bantuan&lt;br /&gt;3.    Berupaya lebih mandiri&lt;br /&gt;Misalnya dengan proyek-proyek yang membantu perempuan untuk memperoleh uang sendiri.&lt;br /&gt;4.    Mengembangkan proyek-proyek swadaya masyarakat&lt;br /&gt;Contohnya adalah gerakan sabuk hijau di Kenya yang melibatkan banyak perempuan. Pencetusnya yang juga seorang perempuan mendapatkan nobel perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana kesehatan dan kekuatan anda sekarang, wahai kaum hawa? Siapkah menjadi guru bagi dunia, karena ketahanan suatu negara bergantung pada kekuatanmu, begitu sabda Rasulullah terkasih. Dan engkau wahai kaum adam, masihkah engkau memberikan susu yang bersisa untuk istrimu? Atau mengapa tak kau bantu juga ibu, kakak dan adik perempuanmu memasak di dapur sesekali saja? :) Selamat sehat..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;22 Agustus 2007&lt;/span&gt;-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-8700588055678126342?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/8700588055678126342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=8700588055678126342&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/8700588055678126342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/8700588055678126342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2010/05/bila-perempuan-tidak-ada-dokter.html' title='Bila Perempuan Tidak Ada Dokter'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_H1Zbj_suI/AAAAAAAAAlc/m23RHVmrJ1M/s72-c/bila+perempuan+tidak+ada+dokter.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-5957124869132463564</id><published>2010-05-17T18:38:00.000-07:00</published><updated>2010-05-17T18:53:18.809-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><title type='text'>Masyitoh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_HwxtS19FI/AAAAAAAAAlU/JZDRLKGxoBM/s1600/DSCN9219.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_HwxtS19FI/AAAAAAAAAlU/JZDRLKGxoBM/s200/DSCN9219.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472419758994748498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Membaca buku ini benar-benar membuat saya tidak bisa berhenti. Selain bahasanya yang agak puitis-melayu, juga hikmah dan kejadian sejarah yang mewarnainya. Tidak hanya pada inti ceritanya, tapi juga teror dibalik pembuatannya. Berdasarkan keterangan Taufik Ismail di buku Tirani dan Benteng, &lt;a href="http://www.ajip-rosidi.com/"&gt;Ajip Rosidi&lt;/a&gt;, budayawan dan seniman angkatan 60an yang membuat buku Masyitoh ini menjadi bulan-bulanan maki-makian Lentera. Lentera merupakan ruang kebudayaan pimpinan Pramudia Ananta Toer yang selalu berkelit tidak mau dikaitkan organisatoris dengan Lekra/PKI. “Jadi apa sih sebenarnya isi buku Masyitoh itu? Mengapa ditentang oleh PKI?”. Alhamdulillah dapet juga bukunya dari pameran di PVJ, setelah tidak berhasil merasakan kegembiraan di bincang-bincang with Andrea Hirata.:’(&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Well, ternyata buku itu bercerita tentang Masyitoh, atau Siti Masyitoh, tukang sisir putri Fir’aun. Mungkin teman-teman sudah pernah mendengar KISAHnya bukan? Yap betul, dialah Masyitoh, budak Fir’aun yang terkenal dengan pengorbanan agungnya. Drama Masyitoh ini hanya diperankan oleh 17 tokoh dengan latar yang sangat minim, tapi tidak mengurangi makna yang ingin dimunculkan secara langsung oleh penulis. Masyitoh menjadi lambang tauhid serta iman. Dalam mendirikan hak Alloh, ia bersedia mengorbankan dirinya sendiri. Namun, tafsiran umum yang selama ini berkembang terhadap kerelaan masyitoh berkorban ini umumnya terbatas pada kerelaan pengorbanan perseorangan yang bersifat agamawi dalam arti yang sempit. Padahal pengorbanan Masyitoh ini adalah suatu pengorbanan tanpa tawar-menawar lagi terhadap martabat manusia. Sungguh, nilai-nilai ini yang kita rasakan sudah semakin hilang, padahal masyarakat membutuhkan figur yang sanggup membuktikan pengorbanan logis bahwa Alloh lebih ia cintai daripada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkisah, di suatu rumah di bumi Mesir, seorang wanita bernama Masyitoh yang sedang meninabobokan putri kecilnya diselimuti kegalauan. Ia lantas menceritakan kisahnya pada suami dan seorang pendeta bani israil. Jadi, ketika ia menyisir rambut putri Taia, putri kesayangan Firaun, sisir yang ia pegang terjatuh ke bumi. Tanpa sengaja Masyitoh berucap “Demi Alloh, celakalah Firaun”. Putri Taia kaget bukan kepalang mendengarnya dan dengan berapi-api ia memburu Masyitoh dengan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan keimanan. “Bukankah Firaun, ayahanda, adalah Tuhanmu? Ia Tuhan sekalian alam”, ucap Taia.  Masyitoh menjawab dengan berani "Bukan, Allah lah Tuhan sekalian alam, Dia adalah Tuhanku dan juga Tuhan ayahanda tuan putri, Firaun." Seketika saja Taia marah dan melaporkannya pada Firaun. Masyitoh pulang dengan wajah gelisah. Setelah mendengarkan cerita Masyitoh, Oded, suami masyitoh, dan pendeta berusaha menenangkan Masyitoh, sembari menenangkan diri mereka sendiri. Sebab bukan tidak mungkin, akibat dari pernyataan Masyitoh tersebut maka bani israil akan dibantai oleh Firaun. Padahal kehidupan mereka saja, dalam rangka membangun istana piramid sudah sangat mengenaskan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nyatalah kerisauan yang selama ini dirasakan. Seorang pendeta Firaun ditemani anak buahnya mendatangi rumah Masyitoh dan menyeretnya menuju ke istana. Ia, suami, Siteri (putri pertama mereka berusia 10-12 thn) dan Itamar (bayi kecil mereka) dihadapkan langsung pada Firaun. Dengan sombong, Firaun memaksa Masyitoh sekeluarga untuk mengakui ketuhanannya. Bahkan ia menyatakan perang dengan Tuhan Masyitoh, Alloh, yang tiada di hadapannya. Tak pelak, hukuman cambuk pun terjadi, menyisakan gurat-gurat merah berdarah di punggung Oded dan Masyitoh. Subhanalloh, mereka tetap tegar bahkan semakin kuat ketauhidannya. Ternyata itu tidak cukup bagi Firaun dan antek-anteknya. Lantas Siteri yang masih kecil itu dijadikan tumbal agar orangtuanya menyerah. Ia dicambuk oleh algojo firaun tanpa ampun. Perasaan ibu mana yang tak luka ketika menyaksikan anaknya tersiksa? Namun masyitoh, di tengah terpaan badai berusaha menenangkan Siteri dengan nasihat-nasihat tauhidnya. ”Lecutan cemeti hanya bisa membekas pada tubuh, hanya bisa mengelupas kulit, mungkin melukainya, tetapi hati yang teguh beriman tidaklah akan dapat diubahnya”, begitu pesan lembut masyitoh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya penuhlah sudah wadah kesabaran Firaun, ia lantas memerintahkan algojo untuk memasukkan Masyitoh sekeluarga ke dalam wajan panas raksasa. Wajan itu diisi dengan timah mendidih. Timbul sebersit ragu dalam diri masyitoh, ia mulai memikirkan Siteri, Itamar dan Oded suaminya. Bayi Itamar yang sedari tadi menangis dengan keras tiba-tiba berhenti dan berkata lantang ”Ibu, Ayah, janganlah bimbang dan janganlah ragu. Sebab cairan timah tidaklah panas kendatipun mendidih. Yang panas hanya dalam sangkaan, takkan terasa oleh orang yang sudah tunggal rasa, erat berpaut tauhid dengan Alloh yang Maha Agung”. Firaun dan antek-anteknya kaget bukan kepalang. Bukan..bukan hanya kaget. Mereka takut..takut pada ”sesuatu” yang menurut mereka tiada, namun bisa membuat Masyitoh rela digodog dalam timah panas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitulah ihwal cerita singkat masyitoh. Akan lebih bagus kalo baca sendiri bukunya. Dia adalah salah satu simbol keagungan seorang muslimah yang kisahnya harum luar biasa. Adakah kita bisa mengikuti jejaknya? Karena kanvas dunia kini semakin semarak dengan warna karya perempuan. Mungkinkah karya 'Masyitoh' ini dibredel oleh PKI karena nuansa tauhidnya begitu kental? Wallahu'alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;13 Juli 2007&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;-&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-5957124869132463564?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/5957124869132463564/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=5957124869132463564&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/5957124869132463564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/5957124869132463564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2010/05/masyitoh.html' title='Masyitoh'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_HwxtS19FI/AAAAAAAAAlU/JZDRLKGxoBM/s72-c/DSCN9219.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-1547399048280323236</id><published>2010-05-17T06:18:00.000-07:00</published><updated>2010-05-17T07:11:39.620-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Teman, Andakah Orang Hebat Itu?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernahkah anda merasakan saat-saat dimana anda tidak merasa hebat? Apa yang membedakan kita dengan generasi sahabat Rasulullah sehingga mereka mampu mengantarkan umat menuju terang di bawah panji Alloh? Udara yang dihirup berkomposisi sama, waktu yang diberikan sama-sama 24 jam, tangan yang diberikan sama-sama dua, organ yang diamanahkan juga sama-sama sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi'i mampu memecahkan 72 masalah fiqh yang bermanfaat bagi kaum muslimin dalam semalam, Condoliza Rice meraih gelar doktor pada usia 25 tahun, Muhammad Fathy Farahat syahid di usianya yang masih belia, Sayyid Muhammad Husein Thabathaba’i hafizh pada usia 5 tahun dan mendapat gelar doktor honoris causa pada usia 7,5 tahun dan pesona orang-orang hebat lainnya. Bagaimana dengan saya dan anda?&lt;br /&gt;Pernahkah anda merasa tertekan saat anda tak mampu menjadi orang hebat? Usah risau, coba simak tulisan Taufik Ismail yang tersohor itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalau kau tidak sanggup menjadi beringin yang tegak di puncak bukit, jadilah saja belukar tapi belukar terbaik yang tumbuh di pinggir danau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalau kau tidak sanggup menjadi belukar, jadilah saja rumput tetapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalau kau tidak sanggup menjadi jalan raya, jadilah saja jalan setapak yang membawa orang ke mata air. Jadilah dirimu tapi jadilah saja dirimu sebaik-baik dirimu sendiri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya perbedaan antara kita dengan orang-orang hebat adalah tentang cara pandang terhadap diri sendiri. Orang-orang hebat menganggap bahwa dirinya berharga, begitu pun waktu dan potensinya, oleh karena itu menjadi manusia sia-sia tidak ada dalam kamusnya. Orang-orang hebat selalu menjadi inspirasi, sadar atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa banyak orang-orang yang seharusnya menjadi hebat malah memilih untuk menjadi biasa-biasa saja. Apatis dan hanya sanggup menonton kemudian kagum. Ini masalah cara berpikir, masalah mental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang hebat tidak banyak dilahirkan, tapi dibentuk. Ia dibentuk oleh cita-cita, disiplin, kerja keras, prinsip, keyakinan dan kesabaran serta pertolongan dari Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip karya Irfan Toni Herlambang :&lt;br /&gt;Suatu hari di suatu taman, anak pipit malas mengepakkan sayap. Ia berkata "Sayapku masih kecil, Ayah, aku belum mau terbang, tempat ini terlalu tinggi, akan sakit sekali jika aku terjatuh"..Sang ayah pipit mengepakkan sayap, "Kita bangsa burung, pasti punya sayap. Tapi bukan sayap itu saja yang membuat kita terbang. Kepakan sayap lah yang membuat kita bertahan di udara. Cobalah, kepakan sayapmu jangan berhenti.." Cericit kecil dari induk pipit terdengar ramai, kepakan sayapnya tak henti-henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biarkan sayapmu berlatih. Biarkan angin dan udara yang membuatnya kuat. Biarkan sinar matahari yang membuatnya gesit. Biarkan tanah di bawah yang jauh itu sebagai ujiannya." Kepakan sayap ayah membuat si kecil terpesona. Ia mulai bangkit dari sarang dan berjalan meniti dahan. "Biarkan saja air hujan yang jatuh mengenai kedua sayapmu. Jadikan dahan-dahan ini tempatmu berkelit. Jangan pernah berhenti menggerakkan sayapmu jika ingin terbang seperti ayah, jangan berhenti .."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pipit kecil mulai bergerak, plap..plap..plap..ya ..sedikit demi sedikit ia mulai belajar. Kemudian terbang. (Ayah, anakmu sudah bisa mengepakkan sayapnya, meski kadag terjatuh jua..)&lt;br /&gt;Betapa indah perjuangan...saat burung terbang dan mengepakkan sayap di tengah terpaan angin dan panas terik matahari, atau ikan berenang dengan menggerakkan sirip di tengah deras arus sungai dan lekukan-lekukan karang. (Jadi inget Nemo..Uma, Hikmah, Ghina nonton lagi yuk!)&lt;br /&gt;Orang-orang hebat mampu menghargai dirinya sendiri. Ia tidak pernah berhenti untuk membuat dirinya terus berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ”Kami telah beriman”, sedangkan mereka tidak diuji lagi&lt;/span&gt;” (Al-Ankabut : 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi apakah orang-orang hebat itu harus selalu mendapat medali emas saat kompetisi, atau tampil di panggung megah, atau mendapat penghargaan skala nasional dan internasional? Itu tergantung paradigma kita tentang orang hebat. Hanya dengan menatap pesona orang-orang hebat tidaklah menjadikan kita hebat, jika kita hanya diam, tak bergerak. Seperti anak pipit, ia tidak akan terbang kalau tidak mengepakkan sayap, berkawan dengan angin, matahari, dahan dan kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentukan amal yang akan menjadikanmu manusia hebat, Teman! Selamat terbang dan selamat tak henti mengepakkan sayap-sayapmu. Bagaimana menurutmu teman, bukankah engkau orang-orang hebat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;27 Mei 2007&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;-&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-1547399048280323236?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/1547399048280323236/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=1547399048280323236&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/1547399048280323236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/1547399048280323236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2010/05/teman-andakah-orang-hebat-itu.html' title='Teman, Andakah Orang Hebat Itu?'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-3708969036585425368</id><published>2010-05-17T06:14:00.000-07:00</published><updated>2010-05-17T07:02:05.064-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perjalanan'/><title type='text'>Dari Pangandaran Hingga Palembang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjadi ‘pengantin jarak jauh’ memang tidak mudah. Dalam sebulan hanya sekitar 10 hari bertemu. Karena itu sebisa mungkin waktu yang sempit tersebut dimanfaatkan dengan baik. Kegiatan-kegiatan yang sifatnya pribadi maupun sosial direncanakan bersama-sama. Salah satunya adalah berjalan-jalan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah akhir februari lalu kami berkesempatan berjalan-jalan ke pantai pangandaran, pantai selatan yang beberapa tahun lalu diterjang tsunami. Kami berangkat menggunakan bis budiman Bandung-Pangandaran non AC dari terminal Cicaheum. Perjalanan ditempuh selama 5,5 jam dengan sekali pemberhentian istirahat di kota Tasikmalaya. Setelah itu kami memakai jasa tukang becak untuk mengantarkan kami ke penginapan. Hotel Sunset menjadi pilihan, karena lokasinya depan pantai dan harganya standar. Kelebihan hotel ini karena selain interior kamarnya yang nyaman juga dekat sekali dengan pantai. Sedangkan hotel lainnya ada yang jauh dari pantai dan ada juga yang berhadapan langsung dengan kios-kios yang berdempetan, sehingga dari segi pemandangan kurang bagus dibanding Sunset Hotel. Hanya saja kekurangan hotel ini adalah ’minim’nya sarana swimming pool (sempit) dan beberapa kekurangan yang sangat teknis, seperti keran air minum yang tersendat, handuk yang ternyata sedikit bolong, dan lemari yang beralas lantai..hehe. Tapi overall, jika teman2 sekeluarga berlibur ke Pangandaran, kami rekomendasikan hotel ini sebagai tempat peristirahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi saat matahari terbit adalah waktu yang tepat tuk berolahraga. Kami berlari-lari kecil di pantai, mengagumi hamparan laut tak berbatas, mengukir nama kami di pasir sambil tersenyum. Flash..blitz pun menyala, tak bosan memuaskan sifat narsis yang terkadang muncul :).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_FCpyoLItI/AAAAAAAAAkk/FAwUBM2trl4/s1600/CIMG5661.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 175px; height: 132px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_FCpyoLItI/AAAAAAAAAkk/FAwUBM2trl4/s200/CIMG5661.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472228307964207826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_FCprfLtFI/AAAAAAAAAkc/QRrYjzM3HyM/s1600/CIMG5654.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 174px; height: 130px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_FCprfLtFI/AAAAAAAAAkc/QRrYjzM3HyM/s200/CIMG5654.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472228306047448146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ke Pangandaran rasanya tak lengkap jika tidak ke pasir putih. Arah barat laut dari Sunset hotel. Untuk mencapainya bisa dengan jalan darat atau jalan laut. Jika anda pilih jalan laut, yang tentunya lebih cepat dan menantang, anda harus lihai dalam menego supir perahu. Terdapat beberapa pilihan paket, yaitu hanya diantar ke pasir putih saja, mengelilingi pantai barat pangandaran saja atau paket setengah perjalanan, atau mengelilingi pantai barat hingga timur pangandaran atau paket kumplit. Pemandangan yang ditawarkan adalah gua sarang burung walet, karang-karang yang memiliki bentuk tertentu seperti batu kipas, karang iguana, karang buaya dan karang kodok lompat, gaban atau rumah kecil di tengah laut, tempat nelayan menjaring ikan di malam hari, dan tentunya yang tak kalah menantang adalah gempuran ombak di sepanjang perjalanan. Betapa Allah telah menundukkan laut dan juga bahtera untuk manusia, agar laut itu bisa dilintasi dan agar nelayan dapat mencari penghidupan dengannya, dan agar kami bisa berfoto..hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_FFRqXx9GI/AAAAAAAAAlM/qyBdSGuzuOM/s1600/CIMG5669.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 2px 10px 0pt; float: right; cursor: pointer; width: 83px; height: 110px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_FFRqXx9GI/AAAAAAAAAlM/qyBdSGuzuOM/s200/CIMG5669.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472231191965987938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di pasir putih, petualangan takkan seru jika hanya berenang karena disana ada  tempat wisata yang sayang jika tidak dikunjungi, diantaranya adalah gua-gua alam  dan gua-gua jepang, tempat pertahanan diri dari tentara sekutu dan tempat  pembantaian para pekerja romusha. Anda pun bisa tetap foto sambil bertualang  asal  pintar memilih tempat dan tema. Misalnya ”kemunculan dari gua bawah tanah” seperti kami :). Selama anda bisa menikmati setiap tempat yang anda kunjungi  maka nikmatilah..sebelum itu hanya akan menjadi kenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_FCqa8j_ZI/AAAAAAAAAks/C6MuXXTj6uM/s1600/DSC00151.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 120px; height: 92px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_FCqa8j_ZI/AAAAAAAAAks/C6MuXXTj6uM/s200/DSC00151.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472228318787141010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pilihan selain berenang adalah snorkling. Di pasir putih terdapat penyewaan alat snorkling lengkap, biasanya sudah sepaket dengan perjalanan naik perahu. Snorkling sambil menikmati taman laut kemudian pulang dengan menaiki kayu penyeimbang perahu berkecepatan tinggi di sisi kanan atau kiri tentu akan menjadi pengalaman tak terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika malam tiba, jangan lupa untuk berjalan-jalan ke pasar ikan di dekat pantai timur Pangandaran. Dari Sunset Hotel memang jauh, namun banyak becak yang setia menunggu. Konsep rumah makan di pasar ikan cukup unik, yaitu kita bisa pilih ikannya langsung di tempat. Tak lupa kami sarankan agar anda bertanya terlebih dahulu mengenai jumlah porsi untuk satu jenis makanan. Alih-alih anda hanya memesan 2 jenis makanan, malah terpaksa menghabiskan 4 porsi. Ya, karena 1 jenis makanan bisa dinikmati oleh 2 hingga 3 orang bahkan 4 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;First Flight..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 hari telah berlalu, saatnya kami untuk pulang dan berbenah rumah. Namun agenda berubah setelah Mas Trian mendapat email undangan training di Palembang selama 2 hari. Ahad kami pulang ke Bandung, Selasa pagi kami berangkat ke Palembang. Sungguh ini pengalaman pertama saya naik pesawat, berada dekat dengan awan-awan putih yang melayang, ada yang tebal, ada yang tipis. Dari ujung timur, mentari mulai meninggi, sinarnya melukis cakrawala dengan warna keemasan. Indah tak dinyana, terimakasih ya Allah, terimakasih Mas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_FCqqBYSeI/AAAAAAAAAk0/434GpyN7rHk/s1600/CIMG5699.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 108px; height: 144px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_FCqqBYSeI/AAAAAAAAAk0/434GpyN7rHk/s200/CIMG5699.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472228322833877474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di palembang, kami berjalan-jalan ke tempat yang direkomendasikan seorang kawan, asli Palembang :). Tidak ada salahnya jika anda juga berkunjung ke tempat-tempat tersebut jika anda sekeluarga ke Palembang. Diantaranya adalah sentra songket yang tidak hanya menawarkan kain songket khas palembang tapi juga berbagai cindera mata. Untuk wisata kuliner, selain pempek ada martabak har, yaitu martabak mini semacam telur dadar yang berisi daging dengan bumbu kuah santan dan sambal. Untuk wisata religi, ada Mesjid Agung Palembang. Selain itu tentu anda harus menyempatkan diri untuk mengambil foto di tempat yang benar-benar khas Palembang. Apalagi jika bukan jembatan Ampera dan Sungai Musinya. Jembatan Ampera yang berdekatan dengan Benteng Kuto Besak dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II terlihat lebih indah di malam hari. Dan tampaknya warga disana tak mengenal hari kerja maupun libur, sebab baik weekend maupun weekdays, lokasi tempat melihat jembatan Ampera yang gagah menjulang terlihat ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_FFRFPSI8I/AAAAAAAAAlE/xCsUSj_rDI0/s1600/CIMG5771.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_FFRFPSI8I/AAAAAAAAAlE/xCsUSj_rDI0/s200/CIMG5771.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472231181998236610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan-jalan pun usai, kami harus kembali pada aktivitas rutin. Saya ke Bandung dan Mas Trian ke field. 2 minggu lagi baru bisa berjumpa. Alhamdulillah untuk kesempatan menikmati indahnya melintasi selat, Alhamdulillah untuk kesempatan memijak bumi sumatera selatan, Alhamdulillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;18 Maret 2009&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-3708969036585425368?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/3708969036585425368/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=3708969036585425368&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/3708969036585425368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/3708969036585425368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2010/05/dari-pangandaran-hingga-palembang.html' title='Dari Pangandaran Hingga Palembang'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_FCpyoLItI/AAAAAAAAAkk/FAwUBM2trl4/s72-c/CIMG5661.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-2698894125249970710</id><published>2010-05-17T02:55:00.000-07:00</published><updated>2010-05-17T02:58:45.305-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='farmasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Belajar Dari Sel Darah Merah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_ETKucVQAI/AAAAAAAAAj0/oEaZlUa0F-0/s1600/red-blood-cells.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 139px; height: 139px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_ETKucVQAI/AAAAAAAAAj0/oEaZlUa0F-0/s200/red-blood-cells.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472176097218347010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Manusia memiliki sistem organ yang sangat kompleks. Salah satunya adalah sistem kardiovaskular atau sistem sirkulasi. Komponen dari sistem sirkulasi adalah darah sebagai transporter, pembuluh darah sebagai jalannya dan jantung sebagai pompanya. Darah berperan dalam proses transport, pengaturan pH dan komposisi elektrolit, pembekuan darah, pertahanan tubuh serta menjaga/menstabilisasi suhu tubuh. Darah terdiri dari bagian utama yaitu plasma darah (55%) dan elemen darah (45%). Plasma darah sebagian besar disusun oleh air (92%), sedangkan elemen darah terdiri dari eritrosit, leukosit, dan platelet. Sekarang, mari kita fokuskan bahasan kita pada eritrosit yang darinya kita belajar banyak hal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Eritrosit berperan terutama dalam transport gas. Ukurannya sekitar 7,5µm, bentuknya cakram bikonkaf atau cakram pipih dengan bagian pusat lebih tipis dan lebih terang dari bagian tepinya. Bentuk ini menguntungkan karena permukaannya menjadi lebih luas untuk proses difusi gas (dibandingkan bentuk bola atau kubus). Eritrosit merupakan sel tidak berinti, tidak punya organel seperti sel-sel lain. Ia seolah-olah merupakan kantung untuk hemoglobin (Hb). Hb adalah protein eritrosit yang berfungsi dalam mentransport O2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eritrosit ‘didedikasikan sepenuhnya’ oleh Alloh untuk mentransport gas respirasi (O2 &amp;amp; CO2). O2 merupakan gas yang dibutuhkan oleh sel-sel tubuh kita untuk proses metabolisme. Sedangkan CO2 merupakan gas buangan yang harus dikeluarkan dari tubuh. Eritrosit tidak memiliki mitokondria sehingga energi yang diperolehnya berasal dari metabolisme anaerob (tidak membutuhkan O2). Oleh karena itu eritrosit tidak akan mengkonsumsi O2 yang ditransportnya. Hal ini membuat eritrosit sebagai pentransport yang ’efisien’ dan ’profesional’. Pelajaran pertama dari eritrosit adalah ”Amanah tanpa Pamrih”. Betapa sel yang suprakecil itu telah berbuat banyak untuk sel-sel sahabatnya yang lain. Mereka adalah sel-sel yang menyusun otak, lambung, usus, telinga, semuanya.. Eritrosit bekerja sesuai dengan perintah yang diberikan oleh sang Arsitek, yaitu ”mentransport”. Dan tidak ada korupsi, karena sekali korupsi ”energi”, maka tubuh akan lemah dan akan berdampak secara tidak langsung pada fungsi eritrosit itu sendiri. Subhanalloh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana eritrosit dibentuk? Pembentukan eritrosit atau disebut juga eritropoiesis terjadi di sumsum merah yang terletak pada tulang belakang, sternum (tulang dada), tulang rusuk, tengkorak, tulang belikat, tulang panggul serta tulang-tulang anggota badan (kaki dan tangan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eritrosit ini memiliki waktu hidup yang relatif pendek. Hal ini disebabkan gangguan mekanis dan kondisi internal eritrosit itu sendiri. Tidak adanya inti menyebabkan eritrosit memiliki sejumlah keterbatasan. Eritrosit tidak mampu mensintesis protein untuk tumbuh, atau untuk memperbanyak diri. Eritrosit lama kelamaan akhirnya menjadi tua dan kehilangan fleksibilitasnya. Eritrosit menjadi kaku dan rapuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menempuh perjalanan sekitar 700 mil dalam 120 hari, membran selnya rusak dan hal ini dideteksi oleh sel-sel fagosit dan selanjutnya eristrosit ditelan. Lalu eritrosit baru memasuki sirkulasi dengan kecepatan yang sebanding dengan eliminasinya. Sekitar 1 persen dari eritrosit yang bersirkulasi diganti setiap hari, dan sekitar 3 juta eritrosit baru memasuki sirkulasi setiap detik untuk menggantikan peran ”pendahulu–pendahulu eritrosit”. Pelajaran kedua dari eritrosit adalah ”Kerja keras dan kaderisasi/regenerasi”. Eritrosit dalam 1 menit mengalami sirkulasi dari jantung ke seluruh bagian tubuh hingga akhirnya kembali ke jantung. Bukan pekerjaan yang ringan bagi makhluk Alloh yang mungil ini, itu sama halnya kita diminta berlari mengelilingi stadion senayan sampai ”KO” :p. Dan kelelahan ini pastinya akan sampai pada puncak sehingga harus ada yang menggantikan. Seperti panglima perang yang syahid di atas kudanya sambil memegang panji, maka harus ada yang kembali menjunjung panji itu hingga perang usai dan kemenangan di genggaman. Dan proses regenerasi tidak hanya dikenal dalam dunia manusia (makro) saja, tapi juga dunia sel (mikro) dimana markas sumsum merah atas perintah sistem pengaturan dan tentunya kehendak Alloh menjadi basis pencetak generasi fresh eritrosit yang akan kembali menunaikan ”amanah tanpa pamrih”. Dan begitu seterusnya.. wallahu’alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Referensi :&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;1. Catatan kuliah ”Hematologi” (mata kuliah pilihan Farmasi ITB)&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;2. Essential Hematology, karangan A.V. Hoffbrand&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;3. Dinamika Obat, Edisi kelima, karangan Ernst Mutschler &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-2698894125249970710?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/2698894125249970710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=2698894125249970710&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/2698894125249970710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/2698894125249970710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2010/05/belajar-dari-sel-darah-merah.html' title='Belajar Dari Sel Darah Merah'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_ETKucVQAI/AAAAAAAAAj0/oEaZlUa0F-0/s72-c/red-blood-cells.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-7422669233528916823</id><published>2010-05-17T01:20:00.000-07:00</published><updated>2010-05-17T02:54:22.571-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><title type='text'>I love U, Mom and Dad</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_ER8VaBGHI/AAAAAAAAAjs/GHByLot-8mM/s1600/buku+positive+parenting.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 58px; height: 87px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_ER8VaBGHI/AAAAAAAAAjs/GHByLot-8mM/s200/buku+positive+parenting.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472174750467954802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Harus ada yang kita ubah. Kalau kita mau mengingat nasihat Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah tentang anak-anak kita, tentang betapa mereka lahir untuk zaman yang akan datang dan bukan zaman saat kita menepuk dada hari ini, terasa betul bahwa kita harus membangun visi hidup mereka. Harus kita siapkan pendidikan mereka dengan pendidikan yang menghidupkan jiwa, menguatkan tekad, membangkitkan hasrat untuk berbuat baik, dan menempa sikap mental yang unggul untuk menentukan wajah masa depan dunia. Bukan hanya masa depan mereka”. Kalimat ini menjadi pembuka dalam buku Positive Parenting-nya Muhammad Fauzil Adhim. Kalimat yang cukup untuk mengantarkan pembacanya menuju lautan ilmu yang dalam mengenai cara-cara mengembangkan karakter positif pada anak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Membaca buku ini bagi saya tidak hanya menjadi langkah persiapan menjadi orang tua, tapi juga napak tilas perjalanan orang tua saya dalam membesarkan putri-putrinya. Memang tidak sepenuhnya sama, namun justru ini yang menjadi celah bagi kita untuk belajar menyempurnakan pendidikan yang telah orang tua kita berikan. Siapa sih yang menginginkan generasi mendatang lebih buruk keadaannya? Teringatlah kita pada firman Alloh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan hendaklah orang-orang pada takut kalau-kalau di belakang hari mereka meninggalkan keturunan yang lemah, dan mencemaskan (merasa ketakutan) akan mereka. Maka bertakwalah kepada Alloh dan berkatalah dengan perkataan yang benar” (Q.S An Nisa : 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi fitrah bahwa salah satu tujuan pernikahan adalah mendapatkan keturunan. “Merupakan suatu kenikmatan yang hakiki jika suatu keluarga mendapat anugerah anak, dan itu perlu disyukuri. Namun apakah hanya sebatas mengucapkan hamdallah dan takjub dengan wujud bayi yang baru dilahirkan?”, begitu Bu Nia Raihanah S.Psi, Psych menyampaikan pendahuluan dalam parenting class yang diadakan oleh Salman ITB. Pertanyaan itu tentu menarik untuk dikaji bukan? Sebab betapa banyak suami yang menyandang gelar bapak hanya karena istrinya melahirkan. Sebagaimana banyak wanita disebut ibu semata-mata karena dialah yang melahirkan. Bukan karena mereka menyiapkan diri menjadi orang tua. Bukan karena mereka memiliki kepatutan sebagai orangtua. Jadi tidak hanya sebatas hamdalah, itu hanya pembuka pintu gerbang menuju dunia yang sarat tantangan dan kemudahan, dihiasi tawa dan derai air mata, diiringi harapan dan ketakutan, hakikatnya dapat menjadi jalan ke surga atau ke neraka, yang disebut world of parenting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membaca buku dan mengikuti kelas yang sebagian besar muridnya adalah orang tua ini membuat saya ingin menyatakan “Ayah, Bunda, aku mencintai kalian”. Betapa tidak, tugas keayahbundaan yang bergantung di pundak mereka sejak saya lahir ke dunia begitu berat dan melelahkan, tapi mereka tak pernah berpikir menyesal memiliki saya. Dan rasa-rasanya, orang tua yang normal tidak akan pernah menyesal atas kehadiran seorang anak di dunia, meski kadang tak selalu sejalan dengan harapan mereka. Namun dengan membaca buku ini pula, terlintas keinginan bertanya “Mengapa aku tidak seperti mereka, Ayah, Bunda? Mengapa tak kau ajarkanku ini dan itu? Mengapa tak kau tanamkan padaku ini dan itu sedari kecil? Mengapa tak kau didik aku seperti ini dan itu?”. Bukan salah bunda mengandung, jika saya adalah saya apa adanya. Tapi ini bukan ajang pembenaran atas segala karakter saya yang buruk, bukan, apalagi menyalahkan mereka yang telah berpayah-payah membesarkan saya. Pertanyaan-pertanyaan ini justru harus  menjadi landasan saya untuk membesarkan generasi yang lebih baik, lebih baik dari ibu dan ayahnya, kakek dan neneknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ah, kenapa tidak saya gunakan subjek ‘kita’ atau ‘seseorang’ dalam tulisan ini? Kenapa saya gunakan subjek dan sekaligus objek ‘saya’? Tidak lain karena ingin berbagi hikmah secara langsung dengan teman-teman secara jujur. Mengapa saya menulis tema parenting ini? Agar kita mau menyisihkan sebagian waktu untuk belajar ilmu yang membuat kita bersyukur akan ayah-bunda kita sekaligus menyiapkan generasi yang akan memberi bobot pada bumi dengan serangkaian kebaikan dan keshalihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;18 Desember 2007&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;-&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-7422669233528916823?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/7422669233528916823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=7422669233528916823&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/7422669233528916823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/7422669233528916823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2010/05/i-love-u-mom-and-dad.html' title='I love U, Mom and Dad'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_ER8VaBGHI/AAAAAAAAAjs/GHByLot-8mM/s72-c/buku+positive+parenting.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-7078868543586878646</id><published>2010-05-17T00:58:00.000-07:00</published><updated>2010-05-17T01:08:31.276-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><title type='text'>Perang Bubat Di Parijs Van Java</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_D4Eov3ShI/AAAAAAAAAjU/7QjGutqRfwQ/s1600/DSC01084000.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_D4Eov3ShI/AAAAAAAAAjU/7QjGutqRfwQ/s200/DSC01084000.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472146305796491794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menyoroti perdebatan tentang Perang Bubat di berbagai milis memang asyik (menurut sebagian orang) apalagi bagi mereka yang mencintai sejarah atau hendak menguak tabir sejarah yang telah mereka warisi dari para leluhur. Tapi belum lengkap rasanya jika tidak menghadiri diskusi antara &lt;a href="http://www.langitkresnahariadi.com/"&gt;Langit Kresna Hariadi&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hermawan_Aksan"&gt;Hermawan Aksan&lt;/a&gt; tentang buku mereka berdua di PVJ (Parijs Van Java) Bandung, 4 Juli kemarin. Acara yang menjadi bagian dari pameran buku seminggu ini memang sengaja dihadirkan, selain untuk mengupas tuntas buku Perang Bubat nya mas Langit Kresna dan Dyah Pitaloka nya Kang Hermawan juga untuk mempersilakan pembaca “mengapresiasi” atau bahkan “menghakimi” kedua penulis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_D4osZDBcI/AAAAAAAAAjc/cmfPJDQc22E/s1600/diah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 114px; height: 172px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_D4osZDBcI/AAAAAAAAAjc/cmfPJDQc22E/s200/diah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472146925249824194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_D4o9IzP7I/AAAAAAAAAjk/xmbD5H_nHe0/s1600/Gajah+Mada-Perang+Bubat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 115px; height: 172px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_D4o9IzP7I/AAAAAAAAAjk/xmbD5H_nHe0/s200/Gajah+Mada-Perang+Bubat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472146929745084338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di awal diskusi, moderator bertanya pada audiens perihal siapa yang telah membaca novel Dyah Pitaloka atau Perang Bubat. Tersebutlah 2 orang yang mengacungkan tangan sambil malu-malu, salah satu diantaranya adalah saya. Karena itu, saya dan mas galih (salah seorang audiens yang juga mengacungkan tangan) diminta untuk menceritakan kesan terhadap buku tersebut. Deg degan bukan main. Yang saya sampaikan adalah pertama:permohonan maaf pada mas Langit Kresna karena belum sempat membaca bukunya, kedua:lebih suka membaca novel sejarah dibandingkan teori sejarah yang menjemukan, ketiga:ending Dyah pitaloka yang menjadikan Gajah Mada sebagai penguasa yang tidak memiliki cinta nampaknya terlalu emosional, bukankah catatan sejarah Gajah Mada memang misterius? Karena di balik kedigdayaan seorang Patih idola Indonesia itu juga tersimpan cinta, karena fitrahnya adalah manusia biasa?, keempat:dari kisah itu saya baru menyadari bahwa mitos pertentangan “jawa-sunda” begitu mengurat akar, dan butuh waktu hingga ribuan putaran rembulan bertengger di langit malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Sayangnya cuma dapet dorprize berupa voucher dari greenherbs, dikirain bakal dapet buku plus tandatangan mereka berdua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya diskusi dimulai dengan penyebaran hand out 3 lembar tentang Perang Bubat. “Hand out ini dibuat oleh &lt;a href="http://3an.blogspot.com"&gt;Trian Hendro&lt;/a&gt;, dia secara pribadi berdiskusi dengan saya tentang sejarah Jawa-Sunda, beliau bahkan menangis karena tidak bisa hadir disini”, aku Hermawan Aksan. Ck.ck.ck..salut lah. &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;(ck..ck..ck sekarang Mas Hendro ini nak jadi suamiku :)..tak disangka..tak diduga)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit Kresna dan Hermawan Aksan punya latar belakang yang berbeda tentang tema sentral tulisan. “Mau anda sebut ini novel yang menguras emosi atau catatan tentang politik gajah mada, itu terserah”, tandas mas Langit. Sedangkan kang Her menyebutkan, “Saya hanya mau mengungkapkan makna yang sederhana, yaitu cinta. Dan salah satu faktor perang bubat adalah gajah mada tidak memiliki cinta”. Mas Langit memang sempat mendapatkan kritikan bahwa novel yang dibuatnya mengada-ada, tidak berdasarkan pada riset yang valid. Namun dalam kata pengantar di buku Perang Bubat karangannya, dia mengakui bahwa mempelajari sejarah untuk menelurkan buku tersebut sangatlah membutuhkan waktu dan perhatian ekstra, tidak hanya proses pengerjaan dan risetnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Langit yang jawa dan beristrikan wanita sunda asli dayeuh kolot mengarahkan pendengar pada 1 pertanyaan, siapakah yang menyerang lebih dahulu? “Yang lebih dahulu tersinggung, dia yang menyerang”,ungkapnya. Dari kalimat itu saya tangkap, Sunda lah yang menyerang duluan. Lalu siapakah yang salah? “Ini bukan persoalan orang jawa atau sunda, atau siapa yang salah dan yang benar, tapi ini masalah sudut pandang. Sudut pandang satu adalah gajah mada jengkel dengan kerajaan sunda yang tidak mau bergabung (menjadi taklukan majapahit) padahal ongkos yang dikeluarkan majapahit untuk mengamankan pertahanan kelautan sangat besar, sudut pandang yang lain adalah kerajaan sunda merasa dilecehkan”, jawab Mas Langit. Sedangkan kang Her, yang ternyata asli brebes itu (lho..?), menjawab bahwa “Secara umum, sunda dan jawa tidak salah. Namun agar alur cerita lebih dramatis, kesalahan ditimpakan pada satu orang”. ”Saya tidak begitu hafal silsilah kerajaan jawa-sunda yang ternyata bersaudara itu, namun yang namanya cerita kan harus ada pemeran antagonisnya agar lebih seru”, tambah Kang Her.Well, ternyata itulah Gajah Mada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sih komposisi fakta dan fiksi dalam kedua buku ini? Jika ini fiksi, apalah yang diperdebatkan? Perdebatan yang akhir-akhir ini marak di milis adalah seputar peran Gajah Mada. Yang jelas, masing-masing buku menyimpan kekuatan karakter dari setiap penulisnya. Tentunya, pembaca juga menginginkan fakta yang jujur tentang perang bubat itu yang konon tidak tercatat dalam negarakertagama. ”Memang sebagian besar adalah fiksi, namun ada beberapa fakta yang tidak saya ganggu gugat, misalnya Dyah pitaloka kawin lari dengan wirayudha, itu kan gak mungkin”, jelas Kang Her. Ya,yang namanya kisah tidak semua berakhir dengan bahagia, sama halnya kita mengenal Surga dan Neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stereotip budaya yang berkembang adalah mengenai perkawinan jawa-sunda, bahwa pria sunda jika menikah dengan wanita jawa maka akan awet rajet, bertengkar terus, dan juga sebaliknya. Buku Dyah Pitaloka hadir untuk menumbangkan stereotip tersebut dengan filosofi ”cinta” nya. Tentu saja, mitos ini tidak berlaku bagi kedua penulis karena ternyata keduanya beristrikan perempuan sunda (dengan asal usul kang Her yang ternyata Brebes..lho). Tapi bagi mas Langit, ia harus melampaui 12 bulan untuk diterima di keluarga sang istri, mengharukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi sudah berlangsung 1 jam hingga akhirnya kedua penulis membeberkan rahasianya. Langit kresna saat ini sedang membuat proyek gila-gilaan, yaitu menerbitkan novel 3 bulan sekali, sebanyak 10 jilid dengan tebal halaman masing-masing 832 halaman. Rumusnya adalah, bangun tidur kemudian menulis 3 halaman lalu berkativitas, lalu istirahat lagi, lalu menulis lagi 3 halaman, begitu seterusnya selama 24 jam seharian di dalam rumah. Sedikit ia membocorkan tema novelnya yaitu tentang beliung dari timur, kisah tentang candi murca. Hermawan Aksan tidak kalah produktif, ia berencana akan menulis novel lagi yang mengisahkan tentang pengembaraan Wastukencana, adik Dyah Pitaloka Citraresmi, menyusuri jawa timur untuk membalaskan dendam keluarganya. Tentunya ini fiksi. Wuih, kami tunggu karya bapak-bapak semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi ditutup dengan pernyataan dari mas Langit tentang pesan dari buku tersebut, ”Saya hendak meluruskan pernyataan Trian bahwa saya tengah menjadikan prajurit-prajurit Gajah Mada sebagai kambing hitam. Menurut saya, secara realistis di sekeliling kekuasaan selalu terdapat penjilat. Mahapatih punya pendukung dan juga penentang. Kemudian jangan ragu jika anda jatuh cinta dengan orang jawa dan sebaliknya”. Hm, pesan yang tidak begitu saja dapat meruntuhkan bangunan paradigma kebuadayaan yang menjulang tinggi, antara tanah jawa dan sunda. Sedangkan Kang Her menutup dengan ungkapan membesarkan hati bahwa buku ini tidak ia buat hanya untuk orang sunda, atau untuk orang jawa tapi untuk rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah liputan singkat perang bubat di parijs van java. Tidak ada samudra merah yang menenggelamkan mentari senja, atau lautan darah di tanah tegal bubat. Tidak ada kilatan keris yang beradu dengan kujang, atau deru teriakan para kesatria kerajaan. Yang ada adalah pengumuman bahwa tanggal 7 juli Andrea Hirata akan ngobrol bareng Riri Reza tentang ”Aspek Filmis Tetralogi Laskar Pelangi” jam 4 sore, tetap di parijs van java, bandung tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;5 Juli 2007&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-7078868543586878646?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/7078868543586878646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=7078868543586878646&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/7078868543586878646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/7078868543586878646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2010/05/perang-bubat-di-parijs-van-java.html' title='Perang Bubat Di Parijs Van Java'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_D4Eov3ShI/AAAAAAAAAjU/7QjGutqRfwQ/s72-c/DSC01084000.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-9152847603466089436</id><published>2010-05-16T23:17:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T23:27:35.155-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poet'/><title type='text'>Aku Ingin..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_Dhsv3bW9I/AAAAAAAAAjM/ZDxtVFpW2eI/s1600/Grass_Field.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 173px; height: 115px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_Dhsv3bW9I/AAAAAAAAAjM/ZDxtVFpW2eI/s200/Grass_Field.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472121706134592466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Aku ingin hati ini&lt;br /&gt;Seperti bumi yang sabar&lt;br /&gt;membentang samudra tak bertepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin hati ini&lt;br /&gt;Seperti langit yang tegar&lt;br /&gt;Menyentuh arak-arakan awan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin hati ini&lt;br /&gt;Seperti rembulan yang tulus&lt;br /&gt;Menyampaikan pesan kerinduan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin&lt;br /&gt;Jiwa yang luas&lt;br /&gt;Agar tak penuh ia&lt;br /&gt;Menampung cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;- 28 Oktober 2007-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-9152847603466089436?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/9152847603466089436/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=9152847603466089436&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/9152847603466089436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/9152847603466089436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2010/05/aku-ingin.html' title='Aku Ingin..'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_Dhsv3bW9I/AAAAAAAAAjM/ZDxtVFpW2eI/s72-c/Grass_Field.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-7671994830890252534</id><published>2010-05-16T20:53:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T22:23:30.676-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><title type='text'>Membaca Catatan Hati Seorang Istri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.ziddu.com/download/3705975/Ebook-CatatanHatiSeorangIstri.rar.html"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 192px; height: 129px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_DRgrUC54I/AAAAAAAAAjE/dqXv5Cn2gLA/s200/catatan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472103906567972738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5Ctrian%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"MS Mincho"; 	panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; 	mso-font-alt:"ＭＳ 明朝"; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:modern; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:-536870145 1791491579 18 0 131231 0;} @font-face 	{font-family:"\@MS Mincho"; 	panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:modern; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:-536870145 1791491579 18 0 131231 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0mm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"MS Mincho"; 	mso-fareast-language:JA;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0mm 5.4pt 0mm 5.4pt; 	mso-para-margin:0mm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Beberapa waktu yang lalu, saya sempat membaca buku karya Asma Nadia yang menjadi best seller di tahun 2007. Judulnya adalah Catatan Hati Seorang Istri. Entah mengapa buku itu menjadi best seller, yang pasti dari 3 buku karangan mbak Asma yang berjejer di hadapan saya, buku itu yang saya pilih.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lembar demi lembar kisah nyata dalam buku itu membuat saya tersadar akan sesuatu. Bahwa pengkhianatan, betapapun kecilnya, adalah menyakitkan. Dan maaf, yang saya saksikan selama ini, pengkhianatan itu lebih banyak dilakukan oleh pihak Bapak. Tentu ada alasan mengapa Bapak seperti itu. Entah dari pihak ibu yang tidak baik dalam mengurus rumah tangga atau dari pihak bapak sendiri yang tidak sanggup mengendalikan diri, atau dari pihak luar yang berusaha menggoyahkan ikatan diantara mereka. Apapun penyebabnya, ketika pengkhianatan itu berujung pada perpisahan maka sang pengkhianat lah yang akan menerima akibatnya. Ia akan dibenci oleh orang-orang yang selama ini mencintainya dan sedihnya lagi ia tidak berhak mencicipi masa depan anak yang telah ditinggalkannya. Apakah bapak mau menggadaikan masa tua bapak demi kenikmatan sesaat yang itu semua seharusnya bisa bapak dapatkan di rumah? Duhai para bapak, apakah engkau tidak bisa sedikit bersabar dengan kulit ibu yang memang semakin tua dan pelayanannya yang tidak lagi prima, padahal dulu kau susah payah meraih cintanya ? Dan Pak, apakah ibu tidak berhak mendapat teguran jika selama ini ia telah mengabaikanmu, berkurang perhatiannya padamu karena pekerjaan-pekerjaannya, mengapa kau diamkan saja dan mencari yang lain?&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Perceraian meski dibolehkan tapi itu adalah perbuatan yang dibenci oleh Alloh. Ironis bukan jika sepasang insan yang saling mencintai harus saling berhadapan di meja hijau, membela diri sekuat tenaga dan menyalahkan satu sama lain. Dan tragedi ini dirasakan oleh anak, didengar dan disaksikan. Membuat guratan luka pada hatinya yang terus menganga sepanjang hidupnya dan semakin pedih pada saat-saat tertentu. Seperti halnya merpati yang kehilangan satu sayapnya. Tentu ia akan terbang dengan terseok, tak selincah kawan-kawannya yang ‘lengkap’ sayapnya. Lalu Pak, adilkah jika merpati yang lengkap sayapnya terbang bersama merpati yang kehilangan satu sayap? &lt;span style="" lang="FI"&gt;Bukankah berat untuk menerima kenyataan itu? Ah Pak, cinta, tetap saja tak kehilangan rasio.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tak terasa saya sampai pada halaman terakhir. Langit sudah semakin gelap dan suara mesin kereta semakin jelas saja di malam hari. Helaan nafas yang panjang seolah menjadi tanda bahwa mata saya sudah lelah dan harus segera tidur. Entah mengapa buku itu menjadi best seller, mungkin buku itu telah menjadi salah satu pelipur lara jutaan hati kaum hawa atau karena dalam buku itu tersirat sebuah nasihat. Bahwa ketika engkau sakit hanya Allohlah tempatmu meminta kekuatan...&lt;i style=""&gt;Laa haula walaa quwwata illa billah.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;23 Agustus 2008&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;-&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-7671994830890252534?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/7671994830890252534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=7671994830890252534&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/7671994830890252534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/7671994830890252534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2010/05/membaca-catatan-hati-seorang-istri.html' title='Membaca Catatan Hati Seorang Istri'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_DRgrUC54I/AAAAAAAAAjE/dqXv5Cn2gLA/s72-c/catatan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-4779889654651302573</id><published>2010-05-16T20:42:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T20:53:11.160-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poet'/><title type='text'>Berpuisi Dengan Hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_C9jCC0xmI/AAAAAAAAAi8/1sCPxST-zK8/s1600/berpuisi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 168px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_C9jCC0xmI/AAAAAAAAAi8/1sCPxST-zK8/s200/berpuisi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472081956796941922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sekiranya engkau mengalami&lt;br /&gt;Apa yang mereka alami&lt;br /&gt;Maka kau pun kan berpuisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya engkau merasakan&lt;br /&gt;Apa yang mereka rasakan&lt;br /&gt;Maka kau pun kan beruntai kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman nyata atau khayal&lt;br /&gt;Usahlah menjadi perdebatan&lt;br /&gt;Karena masing-masing ditanggapi&lt;br /&gt;Oleh hati dan pikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi picisan itu tidak ada&lt;br /&gt;Karena setiap kalimat kau maknai benar&lt;br /&gt;Tersusun seperti Dia merangkai kisahmu&lt;br /&gt;Dalam antologi syair kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukanlah menjadi pujangga&lt;br /&gt;Yang mengantarkan kita pada kearifan&lt;br /&gt;Tapi menulis kalimatmu dengan jiwa&lt;br /&gt;Yang membawa hangatmu dalam keabadian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan ajarkan sastra kepada anak-anakmu, karena itu dapat mengubah anak yang pengecut menjadi pemberani (Umar Bin Khattab)&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;16 Mei 2007&lt;/span&gt;-&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-4779889654651302573?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/4779889654651302573/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=4779889654651302573&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/4779889654651302573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/4779889654651302573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2010/05/berpuisi-dengan-hati.html' title='Berpuisi Dengan Hati'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_C9jCC0xmI/AAAAAAAAAi8/1sCPxST-zK8/s72-c/berpuisi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-3239571518128837509</id><published>2010-05-16T20:34:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T20:38:00.826-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poet'/><title type='text'>Tentang Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_C51YfoLiI/AAAAAAAAAi0/0QATj60WVj8/s1600/thing-called-love.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 199px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_C51YfoLiI/AAAAAAAAAi0/0QATj60WVj8/s200/thing-called-love.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472077874014465570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dialah Cinta&lt;br /&gt;Mahar tuk wujudkan bahagia&lt;br /&gt;Diberikan bersama mawar-mawar asa&lt;br /&gt;Yang kau tanam dan mekar di taman jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabiat cinta&lt;br /&gt;Simfoni yang senada dengan fitrah manusia&lt;br /&gt;Asal ia terjaga sempurna&lt;br /&gt;Sesempurna pengharapanmu pada surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah Cinta&lt;br /&gt;Yang mengubahmu menjadi pujangga&lt;br /&gt;Merangkai hikmah atas kehadirannya di dunia&lt;br /&gt;Saat pekat kaulah taburan cahaya&lt;br /&gt;Kala dahaga kau oase di hamparan sahara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya cinta&lt;br /&gt;Menemanimu menyusuri rimba dunia&lt;br /&gt;Sarat bahaya, sarat nestapa&lt;br /&gt;Namun tak henti cinta tersenyum setia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Cinta&lt;br /&gt;Atas dua jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-31 Januari 2007-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-3239571518128837509?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/3239571518128837509/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=3239571518128837509&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/3239571518128837509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/3239571518128837509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2010/05/tentang-cinta.html' title='Tentang Cinta'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_C51YfoLiI/AAAAAAAAAi0/0QATj60WVj8/s72-c/thing-called-love.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-8397816138886386013</id><published>2010-05-16T20:02:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T20:39:06.907-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='farmasi'/><title type='text'>Road To S.Si, Apt.</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5Ctrian%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:smarttagtype style="font-family: arial;" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype style="font-family: arial;" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype style="font-family: arial;" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Trebuchet MS"; 	panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0mm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0mm 5.4pt 0mm 5.4pt; 	mso-para-margin:0mm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tulisan ini dibuat untuk adik-adik dan kawan-kawan yang akan mengikuti jejak perjuangan menuju S.Si Apt, juga untuk sahabat-sahabat yang ingin mengetahui sekelumit aktivitas ujian apoteker di ITB..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;----------------------------------&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;TAHAP 1 : UJIAN PENELUSURAN PUSTAKA &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hari 1 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Akhirnya hari yang (tidak) dinanti itu tiba :). “Bismillah..Ya Alloh bimbing tangan kanan hamba untuk mengambil soal yang mampu hamba kerjakan”. Alhamdulillah, akhirnya keluarlah soal SUSPENSI KETOKONAZOL. Yup, my lucky morning. Dimulai dengan membuka FI IV, yes ada, FI III, yah..gak ada, GG 10 th, yes ada, AHFS 2005, ya Alloh indeksnya ilang :(, alhamdulillah ada neng citra di depan bangku ujian (&lt;b style=""&gt;Pesan 1 : PERHATIKAN INDEKS BUKU SEBELUM ANDA BERTARUNG&lt;/b&gt;), jangan seperti saya, pas Hari H baru ketahuan indeksnya kurang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Monografi ketokonazol ini ternyata sedikit. Dan di pasaran hanya ada dalam bentuk tablet, krim dan shampoo. Jadi pagi-pagi sebelum tiba giliran akses buku pool, saya kerjakan sedikit &lt;b style=""&gt;monografi, undang-undang&lt;/b&gt; dan &lt;b style=""&gt;farmakologi.&lt;/b&gt; Kalo di daftar undang-undang, obat ketokonazol itu termasuk DOWA II (Daftar Obat Wajib Apotek). Namun setelah di cek lagi di daftar perubahan golongan obat, ketokonazol yang semula DOWA II menjadi OBT (Obat Bebas Terbatas II). Itu permenkes terbaru. TAPI, terdapat pembatasan yaitu hanya untuk pemakaian luar. Pertanyaannya, apakah bentuk solida atau likuida yang oral juga berubah golongannya? Awalnya saya menggolongkan suspensi ketokonazol ini sebagai OBT, mengikuti permenkes tersebut, tapi setelah memperhatikan dst, menimbang dst, meninjau dst, obat ini digolongkan Obat Keras. Kenapa? Indikasi dan efek samping banyak, peringatan banyak, lagipula penggunaan secara sistemik berbeda dengan lokal, dan di ISO/MIMS semuanya G. Akhirnya ganti lagi undang-undang setelah istirahat. (&lt;b style=""&gt;Pesan 2 : PERHATIKAN UU TERBARU OBAT KITA, PAHAMI ARTI PEMBATASAN DALAM PERATURAN TERSEBUT, LIHAT FARMAKOLOGI&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;DAN KEMUNGKINAN2 LAIN YANG DAPAT DIJADIKAN DASAR PENGGOLONGAN OBAT KITA)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;UU selesai, akhirnya masuk pada bagian yang paling panjang dalam ujian penelusuran pustaka. Siapkan kamus bahasa inggris ya. (&lt;b style=""&gt;Pesan 3 : JIKA PUNYA KAMUS KEDOKTERAN DORLAND, AKAN SANGAT LEBIH BAIK&lt;/b&gt;), karena sering ada istilah yang tidak ada padanannya dalam 1 kata bahasa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Yang agak pening, ya saat menulis interaksi obat yang banyak, penggunaan pada kondisi khusus yang takut kebalik dengan peringatan, dan menerjemahkan toksisitas. Tiba giliran ke pool dan indeks zat aktif, alhamdulillah sebagian datanya ada, tapi lagi-lagi yang ditakutkan terjadi, dimana-mana tidak menemukan data stabilitanya. Florey juga gak ada, padahal kalo kata Pak Iim, Florey itu seperti Shahih Bukhari Muslim yang kalo gak pernah disentuh rasanya gak afdhal. Tapi gimana lagi, ketokonazolku tak ada di Florey. Oya, terjadi kekacauan saat akses buku pool, diantaranya inkonsistensi jatah waktu, lupa cara baca indeks Merck Index, mati lampu (hehe..). (&lt;b style=""&gt;Pesan 4 : BERSIKAP RILEKS SAAT AKSES BUKU POOL, PERHATIKAN PJ LAJUR, KENALI BUKU POOL SEBELUM ANDA BERTARUNG&lt;/b&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yup, tiba waktu istirahat. Bukannya sibuk mereview, malah cari ivan, pj catering. Maklum selain menjadi peserta juga merangkap sebagai ibu konsumsi. (&lt;b style=""&gt;Pesan 5: PJ KONSUMSI HARUS MENYELESAIKAN SEGALA SESUATUNYA SEBELUM HARI PERTARUNGAN YA&lt;/b&gt;).&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah istirahat hari pertama selesai, siang hingga sore hari adalah waktunya menyelesaikan UU yang tadi salah dan evaluasi sediaan (yang harus siap salin). Alhamdulillah beres. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Waktu terus berlalu dan malam pun datang, mata ingin segera terpejam dan beristirahat di peraduan, tapi apa daya, hari esok belum ada jaminan ketenangan, karena hingga tengah malam formulasi belum jua kelar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Alhamdulillah ada Fetri, Sinta, dkk yang memberiku advice yang tepat tentang farmakologi dan teknologinya, thanks berat ya teman2. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;--------------------------------&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hari 2 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk hari kedua persiapkan tenaga ekstra untuk menulis, menulis dan menulis. Jangan sisakan waktu untuk diam, tetaplah menulis meski pegal tak dinyana. Artinya, pada malam sebelumnya segala yang akan ditulis harus siap sedia. Baik itu evaluasi sediaan, formulasi, metode pembuatan, bahkan pengujian mutu, kedua terpanjang setelah farmakologi dalam ujian ini. Tapi perhatikan juga tulisannya, jangan sampai dosen2 tidak jadi memberi nilai sempurna hanya karena tulisan tangan anda yang tak konsisten. (&lt;b style=""&gt;Pesan 6 : tidurlah untuk mempersiapkan hari ke-2, dan siapkan segala folder siap salin, ingat harus siap salin, hari ke-2 hanya menyisakan sedikit waktu untuk berpikir&lt;/b&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lalu…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Alhamdulillah, lulus tanpa peringatan. Tumpah ruahlah air mata kami yang entah kesekian kali. Air mata yang keluar terakhir ini menumbuhsuburkan semangat di perkarangan hati kami untuk menuntaskan perjuangan tahap 2 yang akan kami hadapi.SEGERA….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;TAHAP 2 : UJIAN LABORATORIUM &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ujian laboratorium adalah ujian yang lebih berat dibandingkan ujian penelusuran pustaka. Selain berat persiapan teknisnya, juga berat konsekuensi yang harus dihadapi jika tahap 2 ini gagal. Tapi kebahagiaan datang dari hati, karena itu yang paling berat adalah bagaimana membuat hati bahagia menghadapi tribulasi-tribulasi ujian laboratorium.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yang paling penting dari ujian tahap 2 ini adalah siapkan bahan untuk pembuatan jurnal laboratorium. Buat pengaturan yang baik dalam pembagian penggunaan alat evaluasi, pembagian pj ruang, pembagian alat dan bahan ujian. (&lt;b style=""&gt;Pesan 7 : Persiapkan diri anda untuk bekerja dalam tim sekaligus menyelaraskannya dengan kepentingan anda sendiri&lt;/b&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada hari pertama, alhamdulillah bisa mengerjakan beberapa evaluasi sediaan. Dan suspensiku jadi, berwarna kuning dan beraroma jeruk. Tapi kurang kental dan rasanya juga kurang manis. Kalo saya jadi anak-anak, mungkin saya akan memilih obat yang lain, hehe. (&lt;b style=""&gt;Pesan 8 : Selama diaduk, perhatikan kekentalan suspensi dan uji organoleptik, terutama ‘rasa’ saat itu juga. Oya, yang jangan dilupakan adalah SELALU lapor jika akan melakukan evaluasi atau penambahan bahan&lt;/b&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hari kedua, uji stabilitas volume sedimentasi saya jelek sekali. Nilai F nya meurun drastis, jauhhhh sekali dibandingkan hari pertama. “ya Alloh, semoga gak cacking”, gumamku dalam hati. Akhirnya saya lapor pada Bu Jessi kalo evaluasi volume sedimentasinya sudah selesai dan saya ingin menguji apa terjadi cacking atau tidak. Alhamdulillah ketakutanku tidak terjadi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hari ketiga adalah mengerjakan evaluasi yang belum sempat dikerjakan, diantaranya rheologi dan uji distribusi partikel. Oya, sebelum anda bertarung dalam ujian ini, upayakan sudah bert’aruf alias berkenalan bahkan saling paham dengan alat-alat evaluasi. Jangan habiskan waktu anda untuk membaca manual alat pas hari H, dijamin stress. Paham system alat juga penting, karena dosen mungkin saja akan bertanya tiba-tiba saat anda lengah. Hal ini beneran terjadi pada saya loh… Dan yang terakhir adalah pengemasan sediaan. Upayakan buat nama yang bagus, relevan, mudah diingat berikut dengan desain yang elegan. JIka anda tidak bisa, serahkan pada ahlinya. :P (Dengan ini sekali lagi saya ucapkan makasih banyak untuk Manda yang telah mendesain kemasanku, desain yang bersahaja namun unik memesona)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_C17uIyY_I/AAAAAAAAAik/-k_zCUCGVzU/s1600/Foto012.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 145px; height: 182px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_C17uIyY_I/AAAAAAAAAik/-k_zCUCGVzU/s200/Foto012.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472073584856949746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_C17cInW0I/AAAAAAAAAic/Y8zfdQvkZ5I/s1600/Foto009.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 142px; height: 178px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_C17cInW0I/AAAAAAAAAic/Y8zfdQvkZ5I/s200/Foto009.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472073580024388418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_C17L12EnI/AAAAAAAAAiU/9HfK1AUZe6w/s1600/05-09-07_1645.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 178px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_C17L12EnI/AAAAAAAAAiU/9HfK1AUZe6w/s200/05-09-07_1645.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472073575650693746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lalu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Alhamdulillah kembali lisan ini memuji Alloh, akhirnya lulus juga tanpa peringatan. Kali ini, air mata menetes membasahi bunga-bunga senyum yang bermekaran, berbahagia, karena tinggal satu langkah lagi menuju salah satu cita-cita kami:). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;--------------------------------&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;TAHAP 3 : UJIAN LISAN &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Persiapan ujian lisan ini bisa dibilang sangat minim, karena saya dan teman2 sudah mulai kuliah S2. Tapi alhamdulillah, 2 hari terakhir saya belajar sangat ekstra (kalo gak bisa dibilang Sistem Kebut 2 hari), dan sempat menginap belajar di rumah Amanda (Makasih ya, Manda). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Finally, tahap 3 tiba. Blazer ibu pun dipakai untuk menambah kesan serius dan siap untuk menjawab pertanyaan para pakar dan praktisi itu. (&lt;b style=""&gt;Pesan 8 :Pakaian yang kita kenakan mendukung rasa percaya diri lho, serius&lt;/b&gt;). Alhamdulillah pertanyaan-pertanyaan penguji dapat dijawab, meski terkadang disertai cengengesan dan ada beberapa yang out of my brain, alias gua kagak tahu ada teori kaya gitu. Yang penting, kuasai terlebih dahulu KP kita selama 2 semester dan share dengan kawan2 yang KP di tempat lain. Seperti halnya sidang sarjana, cool dan pakailah logika anda jika anda lupa teori yang sempat menjejali otak anda selama beberapa tahun di bangku kuliah. Lalu ucapkan tidak tahu jika anda memang benar-benar tidak tahu, sebab anda berhadapan dengan praktisi yang tidak hanya berbekal teori tapi juga pengalaman praktis bertahun-tahun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Akhirnya…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saat yang mendebarkan pun tiba, beberapa wajah tertunduk lesu menanti selembar kertas yang 2 tahap lalu ditempel biasa di papan pengumuman. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pula yang masih bisa tertawa riang karena pada umumnya tahap 3 hanyalah formalitas, ujian sebenarnya adalah tahap 1 dan 2. Lalu dimanakah aku? Ah, percaya saja bahwa Alloh akan memberikan hasil terbaik. Yang penting sudah ikhtiar semaksimal mungkin, baik itu materi, raga, jiwa, otak, akal, persahabatan, keluarga, semua……..:)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_Cz3RB1xeI/AAAAAAAAAiM/T9qCzRzTknQ/s1600/Dika+Amelia+I.+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_Cz3RB1xeI/AAAAAAAAAiM/T9qCzRzTknQ/s200/Dika+Amelia+I.+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472071309300450786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_C3f-cxkvI/AAAAAAAAAis/eHUaGXfsi6I/s1600/FOTO+BERSAMA+WISUDA+APOTEKER+07.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_C3f-cxkvI/AAAAAAAAAis/eHUaGXfsi6I/s200/FOTO+BERSAMA+WISUDA+APOTEKER+07.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472075307222668018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hasilnya, semua lulus menjadi S.Si Apt. Kembali kami terpekur sujud menerima hadiah yang sangat besar dari pencipta langit dan bumi. Terimakasih, untuk semuanya yang telah mengantarkan kami menuju gerbang ini, tolong jangan tinggalkan kami untuk melangkah menuju gerbang cita-cita selanjutnya yaitu Indonesia Sehat Merdeka. Majulah apoteker-apoteker Nusantara..!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="arial" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;-19 Oktober 2007-&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-8397816138886386013?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/8397816138886386013/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=8397816138886386013&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/8397816138886386013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/8397816138886386013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2010/05/road-to-ssi-apt.html' title='Road To S.Si, Apt.'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_C17uIyY_I/AAAAAAAAAik/-k_zCUCGVzU/s72-c/Foto012.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-7841967672872726574</id><published>2010-05-16T18:31:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T20:42:26.550-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Detik-detik Menjelang Kehadirannya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_CvfBvT89I/AAAAAAAAAhs/cpPMQLVj8vg/s1600/DSC00367.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 178px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_CvfBvT89I/AAAAAAAAAhs/cpPMQLVj8vg/s200/DSC00367.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472066494832833490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Malam itu tanggal 18 Desember, saya merasakan mulas yang begitu kuat. Dari jam 11 malam, rasa mulas itu timbul akibat kontraksi yang berlangsung rutin 5 menit sekali dengan lama kontraksi sekitar 50 menit. Jam 1 malam, saya dan suami memutuskan untuk pergi ke rumah sakit Mitra Keluarga Depok. Bidan jaga kemudian memeriksa tingkat pembukaan jalan lahir saya yang ternyata masih pembukaan 2. Kemudian dilakukan CTG atau pemeriksaan jantung bayi selama 20 menit. Karena pergerakan janin kurang aktif saat itu, bidan memberi saya oksigen untuk dihirup selama 1 jam lalu dilakukan pemeriksaan CTG kembali. Saat itu jam 4 pagi, saya dipindahkan ke ruang rawat inap sambil menunggu pembukaan beranjak meningkat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hingga pukul 7 pagi, saya baru sampai pada tingkat pembukaan 5. Setelah itu saya kembali ke ruang bersalin untuk menunggu sampai pembukaan lengkap. Karena mulas yang saya alami masih lemah sehingga pembukaan meningkat dalam waktu yang cukup lama, maka setelah berkonsultasi dengan dokter kandungan saya lewat telepon, bidan memberi saya obat untuk induksi kontraksi. Saat itu dokter memang tidak berada di tempat, sehingga untuk proses pembukaan saya dibantu oleh para bidan jaga. Tidak hanya diinduksi melalui infus, ketuban saya juga dipecahkan untuk merangsang kontraksi. Setelah diinduksi saya mulai merasakan kontraksi yang lebih kuat dan durasinya lama setiap sekitar 2 menit sekali. Pernah karena saking tidak kuat menahan rasa sakit, saya sempat menendang besi tempat tidur di kampar bersalin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bantuan induksi, jam 8 saya sudah sampai pada tingkat pembukaan 8. Saat itu dokter ahli kandungan saya baru saja tiba. Menjelang pembukaan lengkap, kontraksi semakin kuat dan rasa ingin mengejan semakin besar. Bu bidan mengingatkan saya untuk melakukan posisi persalinan litotomi seperti yang telah diajarkan di kelas senam hamil. Dengan sigap, suami saya juga membantu untuk mengangkat kepala saya saat mengejan. Jadi tekniknya, dalam posisi terlentang atau setengah duduk, angkat kedua kaki dan kaitkan dengan lengan hingga batas siku. Setelah itu tarik nafas panjang, kepala diangkat, mengejan dengan kuat sambil melihat perut, lalu buang nafas lewat mulut. Meskipun saya sudah ikut kelas hamil sebanyak 6 kali pertemuan, ternyata pada hari-H rasa panik membuat saya lupa akan teori-teori tersebut. Rasa mulas pun muncul ketika pembukaan lengkap, dan dokter bersama bidan meminta saya untuk mengejan. Saya mengejan sebanyak 6 kali hingga akhirnya bayi mungil itu keluar. Suara tangis pun pecah dan saya merasa lega, alhamdulillah. Sungguh suatu momen perjuangan alamiah yang sangat berat sehingga pantas orang-orang  menyebut proses melahirkan seperti antara hidup dan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata rasa sakit yang lebih hebat lagi terjadi pasca melahirkan. Ada bagian ari-ari dalam rahim saya yang tertinggal, menempel pada rahim. Dokter kemudian mengambil potongan ari-ari itu dengan cara memasukkan seluruh tangannya ke dalam rahim saya. Masya Allah, pada saat itu saya menjerit tak kuasa menahan sakit. Setelah bayi keluar, lalu kemudian IMD (Inisiasi Menyusui Dini), saya pun harus dijahit. Itu karena saya mengejan terlalu cepat sehingga otot perineum robek. Padahal beberapa kali pada trimester akhir saya coba belajar senam perineum di rumah untuk melenturkan otot tersebut ketika melahirkan. Kemudian dokter dengan sigap menyuntikkan 3 ampul obat bius lokal. Saat jarumnya menyentuh kulit, entah kenapa saya merasa obat bius lokal tersebut tidak mempan, sebab rasanya masih sakit. Dan secara refleks, otot-otot yang akan dijahit mejadi kaku sehingga menyulitkan dokter untuk menjahitnya. Berkali-kali dokter menyuruh saya untuk rileks. Namun tetap saja saya tidak bisa rileks hingga akhirnya dokter ’mengancam’ dengan menawarkan saya 2 pilihan, yaitu rileks karena saya sudah dibius lokal sebanyak 3 ampul sehingga rasa sakit akan berkurang atau bius total tapi tidak akan bisa menyusui bayi dalam waktu yang lama. Mendengar ’ancaman’ tersebut, saya tentu memilih opsi pertama, saya paksakan otot saya rileks. Jutaan energi positif saya coba hadirkan untuk membantu, sambil tak henti meminta kekuatan kepada Allah. Proses menjahit pun berlangsung cukup cepat dan alhamdulillah selesai sekitar pukul 9.15.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya pada persalinan normal, ibu yang habis melahirkan harus sudah bisa jalan untuk menengok bayinya. Tapi karena tensi saya sempat drop, 90/60 mmHg, dan juga masih terasa pening, saya baru bisa bangun pada pukul 13.00. Pada waktu itu saya diantar ke ruang rawat inap dan beberapa jam setelahnya, bayi mungil itu pun diantar untuk memenuhi kerinduan keluarganya yang menunggu di kamar saat itu. Rasa rindu pun terbayar sudah..karena bersama akan lebih indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_CwDQaDa_I/AAAAAAAAAh0/Ni5G4F3DGZ4/s1600/DSCN0084.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: left; cursor: pointer; width: 188px; height: 141px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_CwDQaDa_I/AAAAAAAAAh0/Ni5G4F3DGZ4/s200/DSCN0084.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472067117245492210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_CwhpdcfpI/AAAAAAAAAh8/nEzyP5UPCGw/s1600/DSC00372.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 187px; height: 140px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_CwhpdcfpI/AAAAAAAAAh8/nEzyP5UPCGw/s200/DSC00372.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472067639366680210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_Cwh8tMjbI/AAAAAAAAAiE/e6xFQru9hkI/s1600/DSCN0100.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 143px; height: 191px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_Cwh8tMjbI/AAAAAAAAAiE/e6xFQru9hkI/s200/DSCN0100.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472067644533018034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;19 Desember 2009&lt;/span&gt;-&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-7841967672872726574?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/7841967672872726574/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=7841967672872726574&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/7841967672872726574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/7841967672872726574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2010/05/detik-detik-menjelang-kehadirannya.html' title='Detik-detik Menjelang Kehadirannya'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_CvfBvT89I/AAAAAAAAAhs/cpPMQLVj8vg/s72-c/DSC00367.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-199026737082824127</id><published>2010-05-16T18:13:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T20:41:44.579-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><title type='text'>Karena Aku Begitu Cantik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_CaO8iNQ-I/AAAAAAAAAhk/4UO6NIZOIRc/s1600/karena+aku+begitu+cantik.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 112px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_CaO8iNQ-I/AAAAAAAAAhk/4UO6NIZOIRc/s200/karena+aku+begitu+cantik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472043128813601762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saat pertama melihat cover buku ini, saya sungguh terkesan. Bersampul tebal, berwarna biru keunguan, dan ada sepotong cermin yang diletakkan dengan bersahaja di tengahnya. Saat saya melihat bayangan di cermin itu, kemudian melihat judulnya, saya tersenyum-senyum sendiri… “Luar biasa ini buku”, gumam saya. Sungguh bukan karena ‘narsis’, tapi karena kagum dengan pewajah sampul yang tampaknya ingin merefleksikan judul buku dan kisah didalamnya pada cover buku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://azimahr.multiply.com/"&gt;Azimah Rahayu&lt;/a&gt; adalah seorang penulis yang namanya cukup terkenal, meski mungkin tidak seterkenal Mbak Helvy Tiana Rosa, atau adiknya Asma Nadia. Tapi beberapa karyanya ada yang menjadi best seller dan sebagian besar memang senada dengan judul buku yang saya beli kali ini. Pagi Ini Aku Cantik Sekali (Syamil, 2003), Hari Ini Aku Makin Cantik (Syamil, 2005) dan Karena Aku Begitu Cantik (Sygma Publishing, 2008) adalah karyanya yang saya sebut tadi dengan senada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu orang yang memberi komentar atas buku ini. Kalo misalnya novel-novel bestseller internasional dikomentari oleh The New York Times, The Wall Street Journal, The Boston Globe, atau mungkin novel bestseller Indonesia dikomentari oleh Pak Ahmad Tohari misalnya, maka tulisan Mbak Azi ini hanya dikomentari oleh seorang perempuan, yang tidak ada sangkut pautnya dengan dunia tulis menulis. Tapi dalam komentarnya yang cukup panjang, terefleksikan kecerdasan dan kecantikan tersendiri dari sang komentator, dia adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sandrina_Malakiano"&gt;Sandrina Malakiano &lt;/a&gt;Fatah. Dan di buku inilah, ia terdorong untuk menceritakan sebagian kisahnya saat mempertahankan keyakinan untuk mengenakan jilbab, hingga akhirnya ia keluar dari salah satu stasiun televisi terkemuka yang telah mengangkat namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Aku Begitu Cantik merupakan catatan harian seorang muslimah yang ditulis dengan apik dan sederhana. Dengan mudah siapapun akan langsung mendapatkan pesan dari setiap artikel yang ditulis Mbak Azi ini. Masing-masing tulisan dikelompokkan dalam bab yang diberi judul nama-nama bunga. Ada melati, mawar, sakura, anggrek, teratai dan anyelir. Entah apa dasar pembagian kelompok-kelompok bunga ini, tapi saya rasa, pengelompokkan ini adalah strategi sang penulis untuk mengajak kita pada sisi terdalam alasan pembuatan judul buku ini. Dan saya yakin, setiap kita pernah mengalami hal yang sama dengan apa yang diceritakan, namun tidak setiap kita memiliki kemampuan yang sama untuk menuliskannya menjadi mutiara-mutiara hikmah seperti ini. Ada yang mengungkapkannya melalui lisan dengan cara curhat, ada yang menuliskannya dalam buku diary lalu merahasiakannya, ada yang menulisnya di blog lalu mempublishnya, ada pula yang menuliskannya lalu diterbitkan dalam sebuah buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya habiskan membaca buku ini dalam beberapa hari. Dan di setiap akhir bab, saya mengambil jeda sambil termenung, lalu saya tutup buku itu. Menatap cermin dan lagi-lagi..saya tersenyum. Setiap bab yang saya selesaikan dengan santai, sambil menikmati bagian-demi bagian tulisan mbak Azi membuat saya semakin paham mengapa judul buku ini “Karena Aku Begitu Cantik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel yang paling saya sukai adalah Sahabat, Jikalah Pada Akhirnya dan Nikmatilah Karena Ini Pun Akan Berlalu. Berperan lagaknya seorang trainer, Mbak Azi ini berkali-kali memompa motivasi kita untuk mencintai diri sendiri dan mencintai Allah yang telah membuat keadaan kita begitu sempurna, meski sempurna menurut kita belum tentu sempurna menurut-Nya. Ini secuil tulisannya dalam bentuk puisi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengapa tidak dinikmati saja,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sedang ratap tangis tidak akan mengubah apa-apa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jikalah luka kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jikalah benci dan marah akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengapa mesti diumbar sepuas rasa,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sedang menahan diri adalah lebih berpahala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengapa mesti tenggelam di dalamnya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sedang tobat itu lebih utama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jikalah harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sedang kedermawanan justru akan melipatgandakannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jikalah kepandaian akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengapa mesti membusung dada,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sedang memberi akan lebih banyak memiliki arti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jikalah bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengapa mesti dirasakan sendiri,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sedang begitu banyak kebaikan bisa dicipta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai, indah nian bukan? Sederhana, sarat makna. Sahabat bisa temukan arti judul ”Karena Aku Begitu Cantik” dengan mengeksplore buku ini sendiri. Nah bagaimana dengan kaum adam? Haruskah judul ini dibuat lebih general? Tidak harus seperti itu, kalau mau silakan baca saja dan coba perhatikan bayangan yang terpantul dari cermin itu, apa sahabat juga ikut tersenyum? :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;29 Desember 2008-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-199026737082824127?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/199026737082824127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=199026737082824127&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/199026737082824127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/199026737082824127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2010/05/karena-aku-begitu-cantik.html' title='Karena Aku Begitu Cantik'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/S_CaO8iNQ-I/AAAAAAAAAhk/4UO6NIZOIRc/s72-c/karena+aku+begitu+cantik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-1197764963143834808</id><published>2010-05-15T06:28:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T20:41:06.350-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poet'/><title type='text'>Biarkan Aku Pulang</title><content type='html'>Musim semi nanti&lt;br /&gt;Izinkan aku pulang&lt;br /&gt;Ke rumah seribu merpati&lt;br /&gt;Dan seribu matahari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin pulang&lt;br /&gt;Ke rumah permata dan para peri&lt;br /&gt;Yang tak jemu berbagi mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka biarkan aku pulang&lt;br /&gt;Ke rumah bertaman sederhana&lt;br /&gt;Yang tumbuh dengan mata air keimanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi aku pulang&lt;br /&gt;Ke rumah itu mengetuk pintu&lt;br /&gt;Disambut mereka yang mencintaiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;7 Juni 2009&lt;/span&gt;-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-1197764963143834808?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/1197764963143834808/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=1197764963143834808&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/1197764963143834808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/1197764963143834808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2010/05/biarkan-aku-pulang.html' title='Biarkan Aku Pulang'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-8994166793140147216</id><published>2010-05-15T06:21:00.000-07:00</published><updated>2010-05-15T06:22:29.919-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poet'/><title type='text'>Pernahkah Kusampaikan Padamu?</title><content type='html'>Pernahkah kusampaikan padamu&lt;br /&gt;Tentang air mata yang berjumpa senja&lt;br /&gt;Kala ia menggenggam cinta? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuhnya terurai diam&lt;br /&gt;saat menatap gemintang&lt;br /&gt;yang bergelak pelan&lt;br /&gt;di angkasa raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kita pun mengeja semesta&lt;br /&gt;Menunjuk satu demi satu gugusan bintang&lt;br /&gt;yang berkilau di langit selatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika tasbih dan takbir membuncah&lt;br /&gt;Dari dada-dada kita&lt;br /&gt;Meniup suasana malam&lt;br /&gt;Dengan hawa syukur nan dalam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kusampaikan padamu&lt;br /&gt;Arti air mata itu?&lt;br /&gt;Ia adalah jelmaan kalimat&lt;br /&gt;Yang ingin kusampaikan padamu setiap waktu&lt;br /&gt;”Aku mencintaimu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Planetarium, 2009 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-8994166793140147216?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/8994166793140147216/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=8994166793140147216&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/8994166793140147216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/8994166793140147216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2010/05/pernahkah-kusampaikan-padamu_15.html' title='Pernahkah Kusampaikan Padamu?'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-2756360987096323594</id><published>2010-05-15T05:51:00.000-07:00</published><updated>2010-05-15T06:12:36.760-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poet'/><title type='text'>Hujan</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Hujan&lt;br /&gt;Sedari tadi dinanti&lt;br /&gt;Oleh bumi yang mati&lt;br /&gt;Kering terbakar matahari&lt;br /&gt;Ditambah sapuan angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awan kelabu bergumpalan&lt;br /&gt;Di langit bulan Juli&lt;br /&gt;Mengajak burung-burung tuk menari&lt;br /&gt;Berpesta dengan hujan sore hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa gerangan kabar darinya yang gerimis?&lt;br /&gt;Tetesannya adalah rahmat dan kabar gembira&lt;br /&gt;Bagi kehidupan..&lt;br /&gt;Sayup terdengar bisikannya kepada tanah&lt;br /&gt;”aku diutus oleh Sang Maha Pengasih, kawan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih hujan&lt;br /&gt;Telah menemaniku berpuisi&lt;br /&gt;Bisikanmu kubaca selalu&lt;br /&gt;Di lembaran surat Sang Pengutusmu itu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;16 Juli 2007&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-2756360987096323594?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/2756360987096323594/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=2756360987096323594&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/2756360987096323594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/2756360987096323594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2010/05/hujan.html' title='Hujan'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-1627693393958400689</id><published>2010-05-15T05:45:00.000-07:00</published><updated>2010-05-15T05:51:23.722-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Ada Kalanya Kerinduan Lebih Bermakna</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5Ctrian%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0mm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0mm 5.4pt 0mm 5.4pt; 	mso-para-margin:0mm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam proses perkenalan dengan calon pasangan hidup, salah satu yang menjadi pertimbangan bagi setiap perempuan adalah apakah calon pasangannya berpenghasilan atau tidak, baik itu tetap maupun tidak tetap. Hal itu juga yang menjadi pertimbangan orang tua perempuan, selain agama tentunya, ketika calon menantunya datang mengajukan niat menikahi putrinya. Seperti halnya yang saya alami ketika dulu berkenalan dengan suami saya sekarang. Ia bekerja di bidang oil and gas dengan sistem on-off, 2 minggu di field (&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;palembang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;) dan 12 hari off. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:85%;"&gt;Jadi selama sebulan, kami hanya bertemu sekitar 12 hari bahkan terkadang kurang. Kenyataan tersebut juga sudah dipertimbangkan, dalam arti ketika menikah berarti siap untuk ’ditinggal’.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:85%;"&gt;Pada awalnya hal tersebut terasa biasa-biasa saja, sebab ketika ia di field, saya mengerjakan tesis di bandung, jadi tak terasa waktu cepat berlalu. Namun ada saja momen-momen yang membuat saya melow, merasa tidak tegar untuk berpisah. Mungkin terkesan konyol, tapi momen itu akhir-akhir ini semakin banyak dan mengantri. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:85%;"&gt;Momen itu adalah momen menghadiri undangan pernikahan teman. Kenapa bisa seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:85%;"&gt;Hampir di setiap undangan yang saya hadiri, saya selalu ditanya ”Dika sendiri?”, dan pertanyaan itu lebih tepat terdengar ”Dika gak sama suami?”. Hal itu tidak masalah pada awalnya, namun menjadi masalah ketika saya merasa memang sendirian di tengah para pasangan-pasangan baru yang juga datang ke undangan. Sempat ada yang nyeletuk ”Dika baru ditinggal suami 2 minggu aja udah ngelamun gitu” (ayo ngaku ini siapa :p). Masya Allah, rasa rindu saya pada suami saya semakin besar. Entah itu perasaan rindu atau sebenarnya hanya emosi cemburu melihat pasangan lain yang bisa datang bersama dan begitu mesra. Aneh bukan, padahal dari rumah niatnya adalah memenuhi undangan sahabat..tapi godaan syaitan yang menghembuskan rasa iri selalu mengintai di setiap tempat, setiap waktu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:85%;"&gt;Saat perjalanan pulang, yang tentunya sendirian, saya tuangkan kesedihan tersebut di sms dan saya kirimkan pada suami saya. Lama sms tak terjawab dan ada perasaan menyesal di hati saya, suami saya tidak bisa menemani saya karena sedang bekerja mencari nafkah dan kini saya membebaninya lagi dengan curahan emosi seperti itu. Astagfirullah, maaf Mas. Beberapa waktu setelah itu hp berbunyi, masuk sms jawaban dari suami saya ”Sabar ya, tidak semua yang terlihat indah itu sejatinya indah, adakalanya mungkin kerinduan kita lebih indah dari kebersamaan..i love u”..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:85%;"&gt;Subhanallah Alhamdulillah, kalimat itu terasa seperti tetesan air di padang hati saya yang sedang kering terbakar rasa cemburu..sejuk sekali..dan saat itu juga saya merasa rindu yang sangat dalam yang kemudian mewujud dalam sebuah doa untuk dirinya. Ya adakalanya rasa rindu lebih bermakna dari sebuah kebersamaan..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:85%;"&gt;Terimakasih ya Rabb, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:85%;"&gt;Terimakasih Mas..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Tulisan setahun lalu (Mei 2009)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; -&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-1627693393958400689?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/1627693393958400689/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=1627693393958400689&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/1627693393958400689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/1627693393958400689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2010/05/ada-kalanya-kerinduan-lebih-bermakna.html' title='Ada Kalanya Kerinduan Lebih Bermakna'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-1451945962380522205</id><published>2010-02-27T00:48:00.000-08:00</published><updated>2010-02-27T00:51:33.637-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Dialog Khayal Di Sebuah Kamar</title><content type='html'>Bunda : Kenapa selalu melihat ke atas, Sayang?&lt;br /&gt;Ananda : Lihat diatas ada bintang, Bunda.&lt;br /&gt;Bunda : Iya, sayang. Bersinar ya..&lt;br /&gt;Ananda : Tunjuk satu bintang untukku, Bunda.&lt;br /&gt;Bunda : Mana bintang yang kau mau?&lt;br /&gt;Ananda : Itu, Bunda. Bintang yang paling terang. Al Qur’an...&lt;br /&gt;Bunda : Iya Sayang, Al Qur’an adalah bintang yang akan menyinari langkah kehidupanmu.&lt;br /&gt;Ananda : Ada satu lagi, Bunda. Yang temaram di malam hari dan selalu kurindukan.&lt;br /&gt;Bunda : Apa itu rembulan?&lt;br /&gt;Ananda : Ya Bunda. Rasulullah adalah rembulanku. Bahkan katanya wajahnya lebih indah dari temaram purnama. Adakah Rasul berkenan menyapaku di surga?&lt;br /&gt;Bunda : Kita minta pada Pemilik rembulan ya, Sayang.&lt;br /&gt;Bunda : Sekarang boleh bunda tunjuk satu bintang, Sayang?&lt;br /&gt;Ananda : Ya, Bunda. Kalo aku sanggup, aku akan menjemput dan membawanya pada Bunda.&lt;br /&gt;Bunda : Sudah kok, Sayang. Sang pemilik bintang sudah mengantarkannya ke rumah Bunda. Bintang yang telah membuat dunia bunda bersinar kini sedang tidur di sisi bunda.. Bintang bunda adalah kamu, Sayang. Mau kan untuk terus memberi terang dunia hingga akhirat bunda?&lt;br /&gt;Ananda : (Menatap..) Aku sayang bunda..&lt;br /&gt;Bunda : (Memeluk erat dalam diam)&lt;br /&gt;Rabbana hablana min azwajina wadzurriyyatina qurrata ’ayun waj’alna lil muttaqina imama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note : Dan Ayah tetap menjadi bintang kesayangan bunda :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-1451945962380522205?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/1451945962380522205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=1451945962380522205&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/1451945962380522205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/1451945962380522205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2010/02/dialog-khayal-di-sebuah-kamar.html' title='Dialog Khayal Di Sebuah Kamar'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-7012282394200985230</id><published>2009-11-25T21:52:00.000-08:00</published><updated>2009-11-25T21:53:48.119-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Nama Untuk Anakku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena nama adalah do'a. Ungkapan itu yang mungkin telah mendorong jutaan pasangan suami istri untuk memberikan nama yang baik bagi buah hatinya. Nama yang mengandung do'a dan harapan agar kelak sang anak juga memiliki sifat yang sama dengan nama yang melekat padanya. Namun ternyata merancang sebuah nama tidak semudah yang dibayangkan. Berbagai ikhtiar pun dilakukan, ada yang sengaja membeli buku nama-nama bayi, ada yang mencari lewat internet, ada yang minta masukan nama kepada ustadz/ustadzah, ada yang konsultasi online, dan lain-lain. Jutaan nama baik yang berasal dari bahasa Arab, Sansekerta, Jawa, Sunda, dan suku-suku lain serta bahasa asing lainnya dirangkai sedemikian rupa agar menjadi nama yang indah. Namun jangan salah, alih-alih memberi nama indah pada anak, malah menjadi masalah di kemudian hari. Misalnya nama terlalu panjang, nama sulit dilafal, nama sulit dihafal dan nama ternyata mengandung makna keburukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri cenderung ingin memilih nama yang sederhana, mudah dilafal, memuat nama keluarga (nama ayah) dan tentunya juga mengandung makna yang baik. Dengan nama yang sederhana dan mudah dilafal, maka nama sang anak akan mudah dihapal. Hal ini juga memudahkan orang-orang sekitar baik itu keluarga, teman-temannya, atau tetangga untuk memanggil dan mengingat namanya. Jika sang anak mempunyai nama yang panjang, namun dia memiliki nama panggilan, itu juga akan memudahkan. Hanya saja orang-orang akan terus memanggil dan mengingat dia dengan nama panggilannya, lalu lupa dengan nama lengkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa perlu menggandengkan nama ayah di belakang nama anak? Ya gak harus toh. Yang saya tahu di Malaysia banyak yang memberi nama anak yang nama belakangnya ditambah bin atau binti kemudian diikuti dengan nama ayahnya. Pernah saya ngobrol dengan seorang sahabat, jika kelak ia memiliki anak, ia ingin menggandengkan nama ayahnya dengan nama sang anak, asal nama ayahnya bagus. hehe.. boleh juga tuh. Ada juga yang tidak menggandengkan nama ayahnya dengan nama anaknya karena nama ayahnya cukup 'berat', contohnya apa ya? Beberapa alasan menggandengkan nama ayah dengan anak antara lain :&lt;br /&gt;1. Akan menumbuhkan rasa menghormati di dalam jiwa anak&lt;br /&gt;2. Menumbuhkan kepribadian sosialnya. Sebab, si anak dianggap dewasa dan merasa diberi penghormatan&lt;br /&gt;(Diambil dari Pendidikan Anak Dalam Islam, Prof. Dr. Abdullah Nashih Ulwan).&lt;br /&gt;Sebenarnya rada maksa juga sih pustaka ini diambil, soalnya yang dimaksud menggabungkan nama ayah dengan anak disini adalah memanggil nama ayah dengan nama anaknya yang diawali dengan kata Abu atau Ummu. Misalnya sang anak bernama Hurairah, maka Ayah dipanggil dengan nama Abu Hurairah, atau sang anak bernama Aufa, maka Ibunya dipanggil dengan nama Ummu Aufa. Tapi sekali lagi, tidak harus menggabungkan nama ayah dengan nama anak. Hal itu hanyalah sebuah pilihan. Dan yang susah adalah bagaimana menggabungkan nama tersebut agar terdengar indah dan tidak terkesan maksa. Ada yang punya dan mau berbagi pengalaman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun makna sebuah nama adalah hal yang paling utama. Banyak kisah dimana anak-anak setelah dididik sekian lama ternyata memiliki sifat yang sama dengan arti namanya. Misalnya ketika diberikan nama Farah yang artinya riang gembira, ia menjadi anak yang periang dibandingkan saudara-saudaranya yang lain. Dan makna inilah yang menjadi harapan bagi kedua orang tua. Sahabat saya Sesq, memberi nama putranya Farouq Hafizhuddin dengan harapan ia mampu membedakan mana yang benar dan yang salah sejak dini dan kelak tumbuh sebagai pemuda yang hanif dan adil (copas dari notenya sesQ..hehe), dan memang sejak kami masih muda..halah..sahabat saya yang satu ini ingin anaknya kelak faham akan Al Qur'an. Dan harapan itu terangkum dalam nama indah putranya sekarang. Lain lagi dengan sahabat saya yang lain, Anisa. Nama putrinya adalah Khaylannisa Azzahra. Yang saya tahu, Icha atau anisa ini suka banget dengan nama az zahra. Apa icha terinspirasi dengan kehidupan Fatimah Azzahra? wah kita tanya langsung aja ya.. :). Lalu ada nama Rausyan Fikri Luqman, putra pasangan Megawati (Echa) dengan Lucky Lukman. Begitu mendengar nama ini, saya langsung berpikir, "pas banget".. karena ada nama tengah fikri disana. Menurut saya, echa dan lucky memang para pemikir sejati, cerdas, tajam dan berwawasan luas.. jadi wajar kalau mereka kelak ingin putranya juga bisa nyambung kalo ngobrol tentang masalah ekonomi, politik atau industri.hehe..CMIIW ya cha. Dan ratusan nama lainnya yang mengandung ratusan makna sehingga kelak menjadi ratusan kepribadian yang akan mewarnai dunia ini, dengan warna yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, sahabat-sahabat sudah berhasil merangkai nama bagi putra-putri mereka. Dan kini tengah berikhtiar mendidik putra-putrinya dengan nama yang melekat kepadanya. Kini giliran kami dan sahabat-sahabat kami yang lain yang tengah atau akan menanti kelahiran bayi mungilnya untuk juga merangkai nama dengan harapan akan menjadi nama yang diridhoi.. Semangat!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Untuk Sesq, Icha, Echa-Lucky, maap ya nama putra-putrinya jadi bagian note ini. koreksi kalo salah ya..=)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-7012282394200985230?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/7012282394200985230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=7012282394200985230&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/7012282394200985230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/7012282394200985230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2009/11/nama-untuk-anakku.html' title='Nama Untuk Anakku'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-7914427360441999033</id><published>2009-11-24T01:45:00.000-08:00</published><updated>2010-05-17T17:33:59.350-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Bahkan Ibu Pun Suka Cerita Anak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak terasa usia kandungan saya sudah menginjak 36 minggu. Detik-detik kritis menjelang due date semakin menegangkan. Rasanya baru sedikit yang dipersiapkan. Beberapa kali saya hubungi teman2 yang sudah terlebih dahulu melahirkan. Saya tanya pengalaman mereka tentang pra, proses dan pasca melahirkan. Ada yang lancar, ada pula yang tidak sesuai dengan rencana. Jadi teringat dengan note sesQ, bahwa proses melahirkan adalah rezeki masing-masing ibu dan calon ibu. Kita hanya bisa berharap dan berencana sedangkan takdir adalah kuasa-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang menunggu kelahiran, akhir-akhir ini saya punya kebiasaan baru. Sebenarnya tidak terlalu baru karena sejak usia kandungan sekitar 5 atau 6 bulan saya juga melakukannya. Namun sekarang lebih rutin karena saya memiliki cukup banyak waktu a.k.a nganggur di rumah, apalagi ketika sedang ditinggal pergi suami ke Palembang. Dan sebuah iklan produk susu ibu hamil berhasil memengaruhi saya, katanya suatu kebiasaan baik jika ibu bisa membacakan cerita dan memperdengarkan musik klasik 2 kali sehari. Di tengah-tengah aktivitas harian ibu rumah tangga, kegiatan rutin 2 kali sehari itu saya kerjakan. Diam2 saya merasakan manfaat lebih dari kegiatan itu bagi diri saya pribadi, terutama kegiatan membacakan cerita pada janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadist riwayat Thabrani, Rasulullah SAW bersabda "Didiklah anak-anak kalian pada tiga hal : mencintai Nabi, mencintai keluarganya dan membaca Al-Qur'an". Berangkat dari hadist ini, saya coba pilihkan buku cerita dengan tema kisah hidup nabi muhammad SAW, kisah para nabi dan asmaul husna. Niatnya agar cerita-cerita pertama yang ia dengar adalah cerita bertema islam, bukan tentang kisah 1001 malamnya aladdin atau yang lain. Pernah juga tertarik untuk membeli buku cerita rakyat indonesia yang sarat dengan petuah, tapi uangnya gak cukup..hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita pun dimulai. Membaca cerita seolah-olah ada anak di depan kita mendengarkan sungguh menggelikan. Terkadang tangan pun ikut bergerak seirama dengan percakapan dalam cerita tersebut. Intonasi dibuat semenarik mungkin. Karena semakin menarik, semakin kuat ia menendang perut kita. Entah ia mengerti atau tidak yang pasti mungkin ia juga merasa geli mendengar suara ibunya yang bervariasi tak karuan..hehe. Membacakan cerita adalah bentuk komunikasi antara ibu dengan janin yang katanya banyak manfaatnya. Meskipun belum ada riset yang membuktikan bahwa membacakan cerita pada janin membuatnya bisa membaca di usia yang lebih dini, tapi kegiatan ini dapat menimbulkan rasa tenang pada janin. Dan manfaat lebih yang saya rasakan adalah saya jadi tahu tentang fragmen kisah para nabi yang belum pernah saya dengar sebelumnya. Misalnya bahwa nabi Luth adalah putra Harun, adik nabi Ibrahim; Siti Sarah hamil ketika Nabi Ibrahim berusia 100 tahun; Ya'qub memiliki empat istri yang dari semua istrinya itu ia mempunyai 12 anak yang dikenal dengan asbath. Dari asbath ini lahir beberapa nabi seperti musa, harun, ilyas, ilyasa', daud, sulaiman, zakariya, yahya, isa dan yunus. Ada juga kisah nabi Ayyub yang memiliki seorang istri yang sabar bernama Siti Rahmah. Saat membaca kisah Ayyub yang terkenal dengan kesabarannya menghadapi ujian yang bertubi-tubi ini, air mata tiba-tiba mengalir. Tidak hanya karena teringat akan memori kisah Nabi Ayyub yang luar biasa tapi juga pengorbanan seorang istri untuk membuktikan kesetiaanya pada suami dan kecintaannya pada Allah. Tak terasa mulut ini bebisik pelan sambil mengelus perut yang semakin besar "Nak, bunda ingin menemani ayah seperti siti rahmah&lt;br /&gt;menemani nabi Ayyub".. Dan berbagai fragmen kisah para nabi dan rasul lainnya yang menambah khasanah sejarah islam saya. Alhamdulillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, para calon ibu dan para ibu, janganlah bosan untuk menceritakan kisah-kisah hikmah pada janin atau putra-putri kita. Tema apapun itu, insya Allah kita niatkan untuk kebaikan mereka, dan pada akhirnya kita sendiri pun merasakan manfaatnya. Karena ketika janin sering dibacakan cerita maka ketika ia telah melihat dunia, ia akan terlelap dengan kisah yang kita ceritakan saat ia masih dalam kandungan, insya Allah. Kalo ibu, apa yang ibu ceritakan kepada mereka?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-7914427360441999033?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/7914427360441999033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=7914427360441999033&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/7914427360441999033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/7914427360441999033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2009/11/bahkan-ibu-pun-suka-cerita-anak.html' title='Bahkan Ibu Pun Suka Cerita Anak'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-490631825361892746</id><published>2009-10-29T18:41:00.000-07:00</published><updated>2009-10-29T19:27:13.657-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Mudik Yang Pertama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tampak terlambat sekali memposting tulisan ini. Sebab idul fitri sudah sebulan lebih berlalu. Namun banyak cerita yang menggantung menunggu untuk dirangkai. Mudik kali ini adalah mudik pertama bagi saya. Setelah menikah dengan seorang lelaki jawa, otomatis mudik menjadi bagian yang harus saya jalani. Sempat ragu untuk mudik sebab kandungan telah beranjak 7 bulan. Dan sebenarnya dokter pun tidak menyarankan. Namun selama sang bunda merasa nyaman dan dapat mengontrol segala sesuatunya maka mudik sah-sah saja untuk dilakukan. Memang mudik adalah suatu fenomena yang luar biasa. Terlepas dari kebiasaan menyambung silaturahmi yang tentu baik untuk dilestarikan, mudik juga memiliki sisi buruk. Sisi buruk tersebut bisa dihindari, namun ada pula yang tak mungkin untuk dihindari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi cerita biasa bahwa arus mudik telah merenggut ratusan nyawa. Umumnya mereka yang menggunakan kendaraan secara ugal-ugalan, tidak menaati peraturan, kurang persiapan menjadi korban dari fenomena tahunan ini di Indonesia. Sungguh memilukan jika niat mulia menjaga tali silaturahmi diakhiri dengan tragedi kecelakaan hanya karena faktor human error yang sebenarnya dapat dihindari. Suasana lebaran yang ceria menjadi pilu karena jerit dan tangis kehilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi buruk yang tidak dapat dihindari adalah harga tiket setiap jenis angkutan yang melambung tinggi, hingga dua kali lipat. Lebaran lalu, saya menggunakan jasa kereta api dari bandung ke madiun dengan harga tiket yang sama dengan bandung ke surabaya. Artinya harga tiket dibuat flat menyesuaikan dengan harga tiket dengan jarak paling jauh. Artinya lagi jika saya membeli tiket dengan jurusan bandung-madiun maka PT. KAI akan diuntungkan dengan adanya pembelian tiket terusan madiun-surabaya. Harga tiket kereta api bisa menyamai harga tiket pesawat di hari biasa, tapi tetap saja ludes tak tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu sebelum berangkat, saya sempat ditegur dosen pembimbing agar tidak berangkat mudik. Jangan sampai ikut-ikutan menjadi korban kenaikan harga tiket yang menggila. Padahal silaturahmi bisa dilakukan kapan saja, tidak harus menunggu lebaran. Apalagi saya sedang mengandung, ungkapnya. Tapi rencana mudik ini sudah dipertimbangkan dengan matang, dan persiapannya pun sudah baik, jadi ya bismillah aja..:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, akhirnya bisa bertemu dengan ibu dan bapak, serta saudara-saudara suami saya dari Magetan. Desa yang cukup panas, namun masih terbentang sawah hijau yang luas di sekelilingnya. Banyak kisah baru selama kami tinggal di desa jawa timur ini. Yang baru bagi saya tentu adalah kebiasaan-kebiasaan dan kehidupan masyarakat jawa yang berbeda dengan sunda. Inilah gambaran keseharian kami selama mudik..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/SupIg-iZ_zI/AAAAAAAAAfo/UHd_2Lg0ZwQ/s1600-h/DSCN0017.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/SupIg-iZ_zI/AAAAAAAAAfo/UHd_2Lg0ZwQ/s200/DSCN0017.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398206834737282866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;erjalan pagi bersama ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/SupIhS-pGWI/AAAAAAAAAfw/SoG7FaFOeYs/s1600-h/DSCN0116.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/SupIhS-pGWI/AAAAAAAAAfw/SoG7FaFOeYs/s200/DSCN0116.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398206840224422242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menatap burung-burung di atas sawah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/SupIh1J1frI/AAAAAAAAAf4/kR3WeUpUR9Q/s1600-h/DSCN0144.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/SupIh1J1frI/AAAAAAAAAf4/kR3WeUpUR9Q/s200/DSCN0144.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398206849398177458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di arena kolam renang banyu biru&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-490631825361892746?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/490631825361892746/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=490631825361892746&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/490631825361892746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/490631825361892746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2009/10/mudik-yang-pertama.html' title='Mudik Yang Pertama'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/SupIg-iZ_zI/AAAAAAAAAfo/UHd_2Lg0ZwQ/s72-c/DSCN0017.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-8098517182458392572</id><published>2009-09-11T17:32:00.000-07:00</published><updated>2009-09-11T18:33:44.357-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Rindu Masa Itu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari lalu, saat di rumah, tak sengaja saya menemukan sebuah kertas dalam binder suami saya. sobekan kertas berukuran sekitar 15x8 cm, yang dipotong dengan apik di pinggir-pinggirnya. kertas itu tampak sedikit lusuh dengan coretan-coretan di baliknya. Memang hanya potongan kertas biasa, tapi tulisan yang terdapat pada kertas tersebut membuat saya termenung dan rindu akan suatu masa.. masa dimana kami sama-sama berjuang untuk meraih kecintaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mengambil sebuah keputusan tentu akan ada resikonya. Bahkan tak jarang terjadi perubahan-perubahan yang signifikan saat keputusan itu diambil. Ada perubahan yang mengarah pada kebaikan, ada pula yang mengarah pada keburukan. Tentu kita tidak ingin perubahan yang kedua, yang justru mengurangi kualitas pribadi kita. Bahkan kalo bisa, saat keputusan itu diambil, kita menjadi pribadi yang jauh lebih berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin teman-teman juga pernah merasakan sendiri perubahan itu, baik sebagai subjek maupun objek. Saat mengambil keputusan menikah misalnya. Tak sedikit mereka yang berkomentar bahwa setelah menikah mereka menjadi lebih 'hidup' atau justru menjadi 'tidak berdaya' dengan sebuah tanggung jawab baru sebagai istri atau suami. Tak sedikit pula mereka yang berkomentar bahwa si anu setelah menikah menjadi beda, si anu menjadi lebih dewasa, atau si anu menjadi kurang produktif dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri juga merasakan perubahan itu, dan perubahan itu terasa kentara setelah kertas yang berisi tulisan suami saya, saya temukan tak sengaja. Tulisan itu adalah syair yang pernah kami kumandangkan bersama sahabat-sahabat kami di kampus. Syair yang memompa semangat juang kami, mengalir bersama darah kami yang hangat, bertekad untuk membangun negeri, menyelamatkan akhirat kami, menjadi matahari untuk umat yang kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kami prajurit-prajurit Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang dakwah telah menjadi nafas &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang wajah Allah menjadi kerinduan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang air mata negerinya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;menjadi kegelisahan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dengan kepala tegak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kami akan terus berderap &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;melangkah maju &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;menjadi ksatria terdepan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pengusung panji Dien ini!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;1000 mentari kampusku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hingga seluruh manusia di bawah langit &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Memuja-Nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini setelah tidak lagi menjadi mahasiswa, tidak lagi bersinggungan dengan aktivitas-aktivitas kampus yang gegap gempita, semangat itu tak lagi menggema. Sungguh perubahan status, dari mahasiswa menjadi wisudawan, dari wisudawan menjadi karyawan bahkan tak jarang pengangguran adalah suatu perubahan alamiah, yang insya allah akan terus terjadi. Tapi apakah suatu fondasi yang telah tertancap kuat di selama di kampus harus pupus hanya karena perubahan status, perubahan lingkungan? Padahal aktivitasnya adalah sama sepanjang hayat, yakni menyeru kepada kebaikan (da'wah), hanya saja bentuknya yang berubah. Apalagi setelah menikah, yang kekuatannya bertambah menjadi 2, bahkan 5 hingga 10 dengan keberadaan mujahid-mujahid kecil, seharusnya semangat itu akan semakin menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tentu membutuhkan proses. Adaptasi membutuhkan sebuah effort, apalagi proses adaptasi setelah menikah adalah ikhtiar yang selamanya. Selalu ada kejutan-kejutan baru dalam kehidupan rumah tangga kita, dari pribadi pasangan hidup kita. Dengan perubahan status ini, Allah hendak menguji kualitas niat dan tekad kita, yang kita kumandangkan dengan terang-terangan atau kita tanamkan sembunyi-sembunyi dalam sanubari kita. Tekad itu adalah menjadi pribadi yang shalih hingga akhir hayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, adik-adik yang kini masih menjalankan aktivitas da'wah di kampus, nikmatilah kelelahan itu. Nikmati ketika harus rapat di pagi buta, ketika harus survey untuk outbond, ketika harus menyebarkan pamflet di sela-sela kuliah, saat harus memasak dengan asap yang mengepul kejam saat pesantren, saat harus berargumen dalam debat kandidat pemimpin dan saat-saat yang lain. Karena masa itu akan sangat kalian rindukan di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan status, peran, lingkungan semoga tidak menggoyahkan semangat dan niat kita. Karena perubahan itu pasti terjadi, dan akan berubah menjadi seperti apakah kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-8098517182458392572?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/8098517182458392572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=8098517182458392572&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/8098517182458392572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/8098517182458392572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2009/09/rindu-masa-itu.html' title='Rindu Masa Itu'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-7464927368038299085</id><published>2009-07-31T08:20:00.000-07:00</published><updated>2010-05-17T17:33:59.352-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Berteman Jakarta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/SnMP7B4-4DI/AAAAAAAAAfI/Bjy-O9yiAAw/s1600-h/krl.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/SnMP7B4-4DI/AAAAAAAAAfI/Bjy-O9yiAAw/s200/krl.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364649087922528306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sudah lima kali ini saya melewati jalan dan tempat yang sama menuju Rawasari, Jakarta Timur, tempat saya memeriksakan hasil penelitian akhir tesis. Perjalanan Bandung-Jakarta, Jakarta-Bandung seperti perjalanan ke toilet saja, sering dan cepat. Dua kali perjalanan saya mulai dari Stasiun Depok Baru, sebab saat itu saya sedang berada di rumah, di Beji Depok (bukan di Bandung). Naik kereta KRL memang bukan hal yang baru, tapi sejak saat itu KRL menjadi bagian dari keseharian perjalanan saya. Pertama-tama saya kikuk, canggung untuk ikut berjejal bersama mereka yang sudah terlebih dahulu lama berteman Jakarta, berkawan dengan KRL dan deru mesinnya. Sudah barang tentu jika saya berangkat KRL pukul 10.00, maka saya harus rela berdiri, bergelantung pada ring-ring yang terpancang pada besi atap gerbong. Menelusuri Jakarta dengan KRL adalah petualangan sederhana yang kerap menyambangi hari-hari saya di Depok-Jakarta. Dari depok ke pondok cina, dari pondok cina ke UI, dari UI ke UP, dari UP ke lenteng agung, dari lenteng agung ke seterusnya….hingga sampai di manggarai. Bagaimana caranya supaya nama-nama stasiun itu dapat dihapal ya? Dan pastinya orang-orang tidak salah atau kelewatan untuk turun di stasiun tujuan. Itu karena mereka terbiasa..nanti kamu juga akan terbiasa, begitu kira-kira gumam saya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dari Manggarai ke Rawasari naik taksi. Ya saat angkot sulit diandalkan, atau kita mengutamakan kecepatan di kota Jakarta, maka taksi bisa jadi solusi yang termudah dan tercepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah urusan di Rawasari selesai, ingin sekali saya melanjutkan perjalanan berteman dengan Jakarta. Setidaknya saya tau jalan-jalan utama menuju tempat-tempat penting. Seperti jalan menuju kantor suami misalnya, atau mall yang bisa jadi tempat bersua dengan sahabat. Dari rawasari menuju Pancoran, naik angkot hingga Jl. Ahmad Yani, lalu naik bis ’bekas’ jepang 43, yang kecepatannya bukan kepalang, dan angin yang masuk begitu bebas, sampai kampus UKI. Nyebrang melewati jembatan penyeberangan, naik lagi bis ’bekas’ jepang 46 hingga sampai tugu pancoran. Nyebrang...dan berhati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hal yang mungkin lumrah bagi mereka yang telah lama tinggal di Jakarta. Tapi tidak bagi saya. Entah kenapa, saat menjalani petualangan mengenal jakarta seperti ini, ada suatu perasaan senang, puas.. Dan setelah berhasil mencapai tujuan, selalu ada kalimat kemenangan yang saya bisikan pada manusia kecil yang setia menemani saya bertualang ”Alhamdulillah, kita sampai, Sayang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berteman Jakarta semoga tak hanya kemarin dan hari ini saja, karena Insya Allah cita-cita dan impian yang berada di depan dimulai dari kota ini, kota yang saya sebut kota petualangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-7464927368038299085?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/7464927368038299085/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=7464927368038299085&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/7464927368038299085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/7464927368038299085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2009/07/berteman-jakarta.html' title='Berteman Jakarta'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/SnMP7B4-4DI/AAAAAAAAAfI/Bjy-O9yiAAw/s72-c/krl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-5242511944535375629</id><published>2009-07-29T23:17:00.000-07:00</published><updated>2010-05-17T17:33:59.353-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Karena Cinta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/SnE8JxE2IvI/AAAAAAAAAdk/NmAe8esR2RQ/s1600-h/03-PS07-8.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 149px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/SnE8JxE2IvI/AAAAAAAAAdk/NmAe8esR2RQ/s200/03-PS07-8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364134769665123058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada beberapa tingkatan motivasi seseorang melakukan suatu hal, dan motivasi paling tinggi adalah karena cinta. Menjelang akhir tahun  perkuliahan saya, ada beberapa kejadian yang membuat saya merenung dan mencoba bercermin diri. Akhir tahun perkuliahan adalah waktu yang penuh dengan aktivitas di lab (terutama farmasi), apalagi kalau bukan mengerjakan tugas akhir (TA). Tugas akhir dianggap sebagai sesuatu yang menyeramkan karena harus bertemu dengan dosen-dosen yang biasanya dihindari, harus cari data, kirim sample ke luar kota, belum kalo hasilnya jelek bisa diminta ulang lagi.. dan lain-lain. TA adalah tugas individu, bukan tugas kelompok, yang artinya segala persiapan, hipotesis, dana, manajemen pengerjaan dilakukan sendirian, kecuali jika tergabung dalam sebuah proyek. Karena itu segala macam resiko ya ditanggung sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah ada yang menarik dari ciri-ciri rekan-rekan yang sedang mengerjakan tugas akhir.  Mungkin ini adalah pandangan yang subjektif, tapi mungkin teman-teman bisa share disini juga, baik sebagai subjek atau objek. Rekan-rekan yang sedang tugas akhir saking concern dengan tugasnya sendiri, ia bisa lupa dengan rekan-rekannya yang lain. Misalnya, setelah menggunakan alat, ia tidak mencucinya lagi sehingga alat menjadi rusak, atau setelah menggunakan alat di ruangan tertentu, ia membiarkan barang-barang berceceran di ruangan tersebut, atau saking kepepetnya bisa jadi suatu barang diambil begitu saja tanpa meminta atau bertanya terlebih dahulu (bukankah itu namanya mencuri?), atau saking bingung dengan data tugas akhirnya dia sibuk merecoki temannya yang juga sedang berkutat dengan tugas akhir. Dari populasi kecil itu, saya melihat bahwa ketika seseorang sedang “kepepet”, manusia bisa jadi sangat egois. Hal kecil saja, membereskan kembali barang-barang yang telah digunakan bisa terlupa. Lalu siapa yang terkena imbasnya? Para karyawan lab yang harus senang hati menyisakan waktu dalam seminggu untuk urusan cuci mencuci barang yang bukan bekas dipakainya. “Kan karyawan memang tugasnya untuk itu” pikir sebagian orang. (oh my god, plis atuh lah).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Saat kita kepepet, mungkin kita menjadi bagian dari kumpulan orang-orang egois tersebut, karena kita berlaku sebagai subjek. Lain halnya pendapat seorang objek, atau tepatnya pemerhati seperti dosen. Suatu hari saya sedang di lab instrumen bersama dengan pembimbing tesis untuk menjalankan alat HPLC. Ia perhatikan keadaan sekitar kemudian mengkritik penempatan suatu alat yang menurutnya salah. Wajar saja, sebab yang ia lihat adalah electrode pH meter dalam keadaan steady yang dicelup ke dalam aquadest yang warnanya sudah keruh. Entah berapa abad tidak diganti..dan saya juga termasuk orang-orang yang tak ambil pusing, toh saya gak pernah pakai. Namun setelah itu, Pak Krasno, pembimbing saya mengatakan dengan sangat dalam, “Hal ini gak akan terjadi kalo mahasiswa farmasi mencintai farmasi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya seperti tersadarkan, betapa masih banyak orang-orang yang mengerjakan sesuatu bukan atas keinginan pribadi, apalagi karena cinta. Karena jika sesuatu dikerjakan atas dasar cinta, maka sesuatu yang sulit akan mudah, sesuatu yang repot akan enteng dan sesuatu yang berkaitan dengan apa yang ia cintai takkan sempat ia lewatkan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sedang belajar mencintai peran baru dan mencintai bidang farmasi..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-5242511944535375629?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/5242511944535375629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=5242511944535375629&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/5242511944535375629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/5242511944535375629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2009/07/karena-cinta.html' title='Karena Cinta'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/SnE8JxE2IvI/AAAAAAAAAdk/NmAe8esR2RQ/s72-c/03-PS07-8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-5026748314086108572</id><published>2009-07-29T21:52:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T22:35:08.712-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poet'/><title type='text'>Hujan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/SnEwyKg6BgI/AAAAAAAAAdc/GVqTyvhKiwE/s1600-h/rianz_12262008113239PM_hujan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/SnEwyKg6BgI/AAAAAAAAAdc/GVqTyvhKiwE/s200/rianz_12262008113239PM_hujan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364122269548938754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hujan&lt;br /&gt;Sedari tadi dinanti&lt;br /&gt;Oleh bumi yang mati&lt;br /&gt;Kering terbakar matahari&lt;br /&gt;Ditambah sapuan angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awan kelabu bergumpalan&lt;br /&gt;Di langit bulan Juli&lt;br /&gt;Mengajak burung-burung tuk menari&lt;br /&gt;Berpesta dengan hujan sore hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa gerangan kabar darinya yang gerimis?&lt;br /&gt;Tetesannya adalah rahmat dan kabar gembira&lt;br /&gt;Bagi kehidupan..&lt;br /&gt;Sayup terdengar bisikannya kepada tanah&lt;br /&gt;”aku diutus oleh Sang Maha Pengasih, kawan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih hujan&lt;br /&gt;Telah menemaniku berpuisi&lt;br /&gt;Bisikanmu kubaca selalu&lt;br /&gt;Di lembaran surat Sang Pengutusmu itu&lt;br /&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5Ctrian%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0mm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.gen 	{mso-style-name:gen;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0mm 5.4pt 0mm 5.4pt; 	mso-para-margin:0mm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-5026748314086108572?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/5026748314086108572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=5026748314086108572&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/5026748314086108572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/5026748314086108572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2009/07/hujan.html' title='Hujan'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/SnEwyKg6BgI/AAAAAAAAAdc/GVqTyvhKiwE/s72-c/rianz_12262008113239PM_hujan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-1285265933965809907</id><published>2009-07-29T20:23:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T21:08:41.718-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='farmasi'/><title type='text'>Mengungkap Fakta Kolesterol</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/SnEbDM7tv5I/AAAAAAAAAc8/Gz-csvXRZLM/s1600-h/cholesterol.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 188px; height: 282px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/SnEbDM7tv5I/AAAAAAAAAc8/Gz-csvXRZLM/s320/cholesterol.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364098373000216466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Penyakit stroke dan jantung jarang terpisahkan dengan faktor resiko yang satu ini yakni kolesterol. Ya, kolesterol yang tinggi dapat menyumbat pembuluh darah atau aterosklerosis. Penyumbatan ini dapat menghambat aliran darah ke organ-organ utama, misalnya jantung (penyakit jantung koroner) dan otak (stroke). Di Indonesia, terdapat sekitar 36 juta penduduk atau sekitar 18% dari total penduduk Indonesia yang menderita kelainan lemak darah ini. Dari jumlah tersebut, 80% pasien meninggal mendadak akibat serangan jantung, dan 50%-nya tidak menampakkan gejala sebelumnya. Namun jangan salah, kolesterol tidak selamanya ‘jahat’. Kolesterol adalah lemak kompleks yang terdapat dalam aliran darah atau berada dalam sel tubuh yang sebenarnya dibutuhkan untuk pembentukan dinding sel, metabolisme vitamin-vitamin yang larut lemak (vitamin A,D,E,K), sebagai bahan baku pembentukan vitamin D dan hormon-hormon steroid (termasuk di dalamnya hormon progesteron, estrogen dan testosteron). Secara alami kolesterol bisa dibentuk oleh tubuh sendiri yakni di dalam hati, selebihnya didapat dari makanan hewani, seperti daging, unggas, ikan, margarin, keju dan susu. Kolesterol yang berada dalam zat makanan yang kita makan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Tetapi, sejauh pemasukan ini seimbang dengan kebutuhan, tubuh kita akan tetap sehat. Kolesterol yang normal harus di bawah 200 mg/dL. Apabila di atas 240, maka beresiko tinggi terkena serangan jantung atau stroke.  Kolesterol sendiri tidak larut dalam darah, untuk itu perlu berikatan dengan pengangkutnya yaitu lipoprotein diantaranya low density lipoprotein (LDL) dan high density lipoprotein (HDL).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;LDL bertugas untuk mengirimkan kolesterol dari hati ke dalam sel-sel tubuh yang memerlukan seperti sel otak, sel otot jantung dan lain-lain agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Jenis kolesterol ini berbahaya, karena dapat menyebabkan pelekatan kolesterol di dinding pembuluh darah, sehingga sering disebut juga sebagai kolesterol “jahat”. Bila kadar LDL terlalu tinggi, maka akan menyebabkan penyumbatan pada bagian dalam pembuluh darah (aterosklerosis), yang kemudian dapat meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke. Kolesterol LDL yang optimal adalah bila kadarnya dalam darah dibawah 100 mg/dL. Kolesterol LDL 100-129 mg/dL dimasukkan ke dalam kategori normal, 130-159 mg/dL merupakan batas tertinggi, sedangkan di atas 160 mg/dL disertai faktor resiko lain seperti merokok, gemuk, diabetes, tidak olahraga perlu segera diberi obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HDL bertugas untuk mengambil kelebihan kolesterol dalam tubuh untuk dibawa kembali ke hati yang selanjutnya akan diuraikan lalu dibuang ke dalam kantung empedu sebagai asam (cairan) empedu. Jenis kolesterol ini sering disebut sebagai lemak yang “baik”, sebab dapat membersihkan dan mengangkut timbunan lemak dari dinding pembuluh darah ke hati. Kolesterol HDL yang ideal harus lebih tinggi dari 40 mg/dL untuk pria, atau di atas 50 mg/dL untuk wanita. HDL kolesterol yang rendah dapat disebabkan oleh kebisaan merokok, badan terlalu gemuk dan kurang gerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kedua bentuk kolesterol diatas, terdapat satu lagi jenis lemak yang disebut trigliserida. Trigliserida adalah satu jenis lemak dalam darah dan berbagai organ dalam tubuh. Meningkatnya kadar trigliserida dalam darah juga dapat meningkatkan kadar kolesterol. Orang yang sakit jantung, diabetes, atau obesitas biasanya mempunyai kadar trigliserida yang tinggi. Trigliserida dalam darah yang normal harus di bawah 150 mg/dL. Beberapa orang mempunyai trigliserida yang tinggi lantaran penyakit lain atau keturunan. Bila memang ada faktor keturunan, maka gaya hidup harus diubah, mulai dari diet rendah lemak, olahraga teratur, menurunkan berat badan, tidak merokok, juga tidak minum alkohol, bahkan dianjurkan mengurangi konsumsi karbohidrat (misalnya nasi, mie atau roti) sampai kurang dari 50% dari jumlah kalori total. Dalam sebuah penelitian dalam Journal of The American Heart Association yang dilakukan selama 7 tahun dengan melibatkan 11 ribu lebih responden, diketahui bahwa 487 responden yang mengalami stroke ringan mempunyai kadar trigliserida yang tinggi dan kolesterol HDL yang rendah. Oleh karena itu, dalam pemeriksaan kadar lemak darah rutin, trigliserida selalu diukur bersamaan dengan kolesterol, karena ternyata trigliserida juga dapat menjadi faktor resiko aterosklerosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolesterol tinggi atau hiperkolesterolemia bisa menimpa siapa saja. Orang yang bertubuh gemuk bukan berarti mempunyai kadar kolesterol lebih tinggi daripada orang bertubuh kurus. Kadar kolesterol sangat bergantung kepada jenis makanan yang dikonsumsi. Selain itu, hiperkolesterolemia tidak hanya diderita oleh orang tua saja, bahkan usia anak-anak pun atau remaja bisa mengalaminya. Pembentukan plak (sumbatan pada pembuluh darah) dapat dijumpai pada anak-anak, dan kejadiannya meningkat seiring dengan pertambahan usia. Oleh karena itu, upayakan kolesterol darah di bawah 170 mg/dL dan kolesterol LDL paling tinggi 110 mg/dL untuk anak dan remaja.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/SnEbdfNHaKI/AAAAAAAAAdE/8vvnQF2zdlM/s1600-h/fatchol-718351.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 205px; height: 168px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/SnEbdfNHaKI/AAAAAAAAAdE/8vvnQF2zdlM/s320/fatchol-718351.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364098824581638306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar hiperkolesterolemia tidak menimbulkan gejala. Kadar kolesterol yang tinggi menyebabkan aliran darah menjadi kental sehingga oksigen menjadi kurang, akibatnya gejala yang timbul adalah gejala kekurangan oksigen seperti sakit kepala dan pegal-pegal. Namun, karena banyak yang tanpa gejala, maka dianjurkan untuk periksa kadar lemak darah rutin minimal 1 tahun sekali. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui hiperkolesterolemia sedini mungkin sehingga dapat mencegah penyakit yang diakibatkan. Agar kolesterol total, LDL dan trigliserida terkontrol maka perlu  pengaturan asupan makanan dan melakukan aktivitas. Berbagai cara dapat dilakukan untuk  mengurangi kolesterol dalam makanan diantaranya pilih minyak nabati seperti minyak jagung atau minyak soya (kedelai) daripada minyak hewani; gantikan daging dengan tahu, kacang atau sayuran; pilih daging kurus daripada daging sosis  atau daging kaleng; buang lemak pada daging dan pisahkan kulit dari ayam dan bebek; pilih susu rendah lemak (low fat) daripada susu fullcream; kurangi masak dengan cara menggoreng, lebih baik mengkukus, rebus, bakar atau panggang; batasi konsumsi makanan goreng yang kaya lemak hanya dua kali per minggu; hindari makanan babi, kambing, jeroan, atau yang banyak mengandung lemak; batasi makan udang, kepiting atau kerang; jauhi kue yang banyak krim atau minyak; carilah buah segar setiap hari; banyak mengkonsumsi makanan kaya serat seperti sayur, buah-buahan, padi-padian dan kacang-kacangan. Selain mengontrol asupan makanan, berolahraga secara teratur dapat menurunkan kadar kolesterol total dan meningkatkan kadar kolesterol HDL. Olahraga membantu membakar kolesterol/lemak dalam tubuh menjadi energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai fakta bahwa kolesterol sering menjadi faktor resiko penyakit yang mematikan seperti jantung koroner dan stroke semoga menjadi motivasi agar kita mengatur pola hidup lebih sehat. Terlebih lagi setelah mengetahui bahwa kolesterol juga memiliki manfaat bagi tubuh dan dapat dikontrol melalui pemilihan menu makanan dan ragam aktivitas. Jika kadar kolesterol anda sudah terlanjur tinggi, sebaiknya anda mencoba berbagai tips diatas dan menghindari faktor-faktor yang dapat memperburuk kesehatan anda. Salam sehat :)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-1285265933965809907?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/1285265933965809907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=1285265933965809907&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/1285265933965809907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/1285265933965809907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2009/07/mengungkap-fakta-kolesterol.html' title='Mengungkap Fakta Kolesterol'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/SnEbDM7tv5I/AAAAAAAAAc8/Gz-csvXRZLM/s72-c/cholesterol.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-1230085610411596072</id><published>2009-07-29T20:03:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T20:12:08.844-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='farmasi'/><title type='text'>Waspada Kolesterol Pada Anak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/SnEO_3QCaOI/AAAAAAAAAck/iloXl3s6jnI/s1600-h/obesity2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 155px; height: 127px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/SnEO_3QCaOI/AAAAAAAAAck/iloXl3s6jnI/s320/obesity2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364085121500735714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mungkinkah anak anda mengalami hipekolesterol? Jawabannya adalah mungkin. Kolesterol berlebih dapat terjadi pada siapa saja, tidak hanya orang tua, bahkan anak-anak atau remaja pun bisa mengalaminya. Tingginya kadar kolesterol pada anak-anak dapat menimbulkan terjadinya penyakit jantung dan stroke setelah mereka dewasa. Berdasarkan penelitian Bogalusa Heart Study dan PDAY research group, proses plak (penimbunan lemak) dalam pembuluh darah (aterosklerosis) telah dimulai sejak masa anak-anak dan dipercepat oleh adanya gangguan hiperkolesterolemia. Anak-anak dapat mengalami kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia) apabila mengonsumsi makanan lemak jenuh tinggi, lemak trans, kolesterol tinggi, karbohidrat sederhana dan karbohidrat olahan tinggi. Hal ini terutama terjadi pada anak yang kegemukan (obesitas). Selain itu anak bisa terkena kolesterol tinggi apabila orang tuanya mempunyai riwayat kolesterol tinggi, pernah menderita penyakit jantung koroner atau stroke. Para orang tua yang kadar kolesterolnya tinggi, lebih dari 200 mg/dL, perlu memeriksakan kadar kolesterol anaknya sejak dini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hiperkolesterolemia ada yang diturunkan kepada anak (familial) dan ada yang tidak (poligenik). Hiperkolesterol poligenik terjadi karena beberapa gen pengatur berat badan tidak berfungsi dengan baik. Kasus semacam ini lebih banyak daripada kasus hiperkolesterol familial. Hiperkolesterol familial terjadi karena kekurangan gen yang mengatur reseptor kolesterol “jahat” LDL di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiperkolesterolemia pada anak bisa muncul ketika usia lima tahun tanpa gejala. Oleh karena itu untuk mengetahuinya perlu pemeriksaan darah sejak dini. Pemeriksaan ini dapat dimulai saat usianya dua tahun, terutama bagi anak yang memiliki resiko tinggi kolesterol. Anak yang mempunyai orangtua menderita penyakit jantung koroner atau kolesterol tinggi harus mempunyai kadar kolesterol total kurang dari 170 mg/dL dan kadar kolesterol LDL kurang dari 110 mg/dL, nilai tersebut termasuk kategori normal.  Anak yang mempunyai kadar kolesterol lebih dari 200 mg/dL dan atau kadar LDL kolesterol melebihi 130 mg/dL dikategorikan sebagai kelompok beresiko. Kadar lemak darah yang berada di antara nilai normal dan beresiko dianggap intermediet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anak-anak yang kadar kolesterolnya dikategorikan sebagai normal, tidak ada tindakan khusus yang dianjurkan kecuali merencanakan melakukan pemeriksaan kolesterol total setiap lima tahun.  Sedangkan bagi mereka yang kadar kolesterolnya tergolong intermediet dan beresiko perlu dilakukan pemeriksaan kadar lemak darah yang hasilnya kemudian ditindaklanjuti sesuai analisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak dengan usia kurang dari dua tahun tidak perlu mengurangi lemak dan kolesterol dalam makanan sebab mereka sedang berada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan sehingga memerlukan energi yang tinggi, selain itu kadar lemak mereka masih belum menetap akibat kebutuhan kolesterol yang relatif tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak dengan kolesterol normal hendaknya diberikan pemahaman mengenai nutrisi dan pola makan yang baik dengan harapan bahwa mereka dapat membiasakan diri mengonsumsi makanan-makanan sehat. Edukasi ini juga penting untuk diberikan pada anak-anak yang kadar kolesterolnya tergolong intermediet. Selain edukasi, kepada kelompok ini perlu pula dimulai tindakan diet dan penatalaksanaan terhadap faktor-faktor resiko lain yang mungkin diidap sang anak. Sedangkan bagi mereka yang memiliki kadar kolesterol-LDL yang beresiko, penatalaksanaan yang dilakukan adalah diet. Diet yang dianjurkan adalah sebaiknya mengonsumsi makanan pokok berasal dari biji-bijian seperti nasi atau roti gandum. Lauk pauk hewani dan nabati  berupa ikan, ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, tahu, tempe ditambah sayuran. Anak-anak juga mulai diperkenalkan kebiasaan mengonsumsi buah-buahan dan menghindari snack yang sarat kolesterol seperti coklat. Selain itu, anak-anak sebaiknya menggunakan susu rendah lemak sebagai sumber kalsium dan protein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian obat-obatan baru dipertimbangkan pada anak usia lebih dari 10 tahun dengan kegagalan diet selama 6-12 bulan. Anak usia 5-10 tahun diberikan pengobatan bila kadar kolesterol total lebih dari 300 mg/dL. Berdasarkan penelitian, obat penurun kolesterol secara umum aman untuk anak-anak. Namun tetap saja penggunaannya harus di bawah anjuran dan pengawasan dokter dan apoteker.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-1230085610411596072?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/1230085610411596072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=1230085610411596072&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/1230085610411596072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/1230085610411596072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2009/07/waspada-kolesterol-pada-anak.html' title='Waspada Kolesterol Pada Anak'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/SnEO_3QCaOI/AAAAAAAAAck/iloXl3s6jnI/s72-c/obesity2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5885508918196103533.post-8756903325743315749</id><published>2009-07-24T02:55:00.000-07:00</published><updated>2009-07-24T02:56:48.289-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Ada Kalanya Kerinduan Lebih Bermakna</title><content type='html'>Dalam proses perkenalan dengan calon pasangan hidup, salah satu yang menjadi pertimbangan bagi setiap perempuan adalah apakah calon pasangannya berpenghasilan atau tidak, baik itu tetap maupun tidak tetap. Hal itu juga yang menjadi pertimbangan orang tua perempuan, selain agama tentunya, ketika calon menantunya datang mengajukan niat menikahi putrinya. Seperti halnya yang saya alami ketika dulu berkenalan dengan suami saya sekarang. Ia bekerja di bidang oil and gas dengan sistem on-off, 2 minggu di field (palembang) dan 12 hari off. Jadi selama sebulan, kami hanya bertemu sekitar 12 hari bahkan terkadang kurang. Kenyataan tersebut juga sudah dipertimbangkan, dalam arti ketika menikah berarti siap untuk ’ditinggal’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya hal tersebut terasa biasa-biasa saja, sebab ketika ia di field, saya mengerjakan tesis di bandung, jadi tak terasa waktu cepat berlalu. Namun ada saja momen-momen yang membuat saya melow, merasa tidak tegar untuk berpisah. Mungkin terkesan konyol, tapi momen itu akhir-akhir ini semakin banyak dan mengantri. Momen itu adalah momen menghadiri undangan pernikahan teman. Kenapa bisa seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir di setiap undangan yang saya hadiri, saya selalu ditanya ”Dika sendiri?”, dan pertanyaan itu lebih tepat terdengar ”Dika gak sama suami?”. Hal itu tidak masalah pada awalnya, namun menjadi masalah ketika saya merasa memang sendirian di tengah para pasangan-pasangan baru yang juga datang ke undangan. Sempat ada yang nyeletuk ”Dika baru ditinggal suami 2 minggu aja udah ngelamun gitu” (ayo ngaku ini siapa :p). Masya Allah, rasa rindu saya pada suami saya semakin besar. Entah itu perasaan rindu atau sebenarnya hanya emosi cemburu melihat pasangan lain yang bisa datang bersama dan begitu mesra. Aneh bukan, padahal dari rumah niatnya adalah memenuhi undangan sahabat..tapi godaan syaitan yang menghembuskan rasa iri selalu mengintai di setiap tempat, setiap waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat perjalanan pulang, yang tentunya sendirian, saya tuangkan kesedihan tersebut di sms dan saya kirimkan pada suami saya. Lama sms tak terjawab dan ada perasaan menyesal di hati saya, suami saya tidak bisa menemani saya karena sedang bekerja mencari nafkah dan kini saya membebaninya lagi dengan curahan emosi seperti itu. Astagfirullah, maaf Mas. Beberapa waktu setelah itu hp berbunyi, masuk sms jawaban dari suami saya ”Sabar ya, tidak semua yang terlihat indah itu sejatinya indah, adakalanya mungkin kerinduan kita lebih indah dari kebersamaan..i love u”..&lt;br /&gt;Subhanallah Alhamdulillah, kalimat itu terasa seperti tetesan air di padang hati saya yang sedang kering terbakar rasa cemburu..sejuk sekali..dan saat itu juga saya merasa rindu yang sangat dalam yang kemudian mewujud dalam sebuah doa untuk dirinya. Ya adakalanya rasa rindu lebih bermakna dari sebuah kebersamaan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih ya Rabb,&lt;br /&gt;Terimakasih Mas..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5885508918196103533-8756903325743315749?l=dikaameliaifani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/feeds/8756903325743315749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5885508918196103533&amp;postID=8756903325743315749&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/8756903325743315749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5885508918196103533/posts/default/8756903325743315749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikaameliaifani.blogspot.com/2009/07/ada-kalanya-kerinduan-lebih-bermakna.html' title='Ada Kalanya Kerinduan Lebih Bermakna'/><author><name>Dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09415450492134578801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yi3Ii2bmScY/Smu8KFX_ewI/AAAAAAAAAcE/SbUUX4vpja8/S220/dika-300x2252.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
